Translate

Minggu, 10 Februari 2013

Profesor Termuda AS ternyata dari Indonesia


Prof. Nelson Tansu, Ph.D dilahirkan di Medan, Sumatera Utara, tanggal 20 Oktober 1977. Dia adalah anak kedua di antara tiga bersaudara buah pasangan Iskandar Tansu dan Lily Auw yang berdomisili di Medan, Sumatera Utara. Kedua orang tua Nelson adalah pebisnis percetakan di Medan. Mereka adalah lulusan universitas di Jerman. Abang Nelson, Tony Tansu, adalah master dari Ohio, AS. Begitu juga adiknya, Inge Tansu, adalah lulusan Ohio State University (OSU). Tampak jelas bahwa Nelson memang berasal dari lingkungan keluarga berpendidikan. Ia adalah lulusan terbaik SMU Sutomo 1 Medan pada tahun 1995 dan juga menjadi finalis Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI).




Setelah menamatkan SMA, ia memperoleh beasiswa dari Bohn’s Scholarships untuk kuliah di jurusan matematika terapan, teknik elektro, dan fisika di Universitas Wisconsin-Madison, Amerika Serikat. Tawaran ini diperolehnya karena ia menjadi salah satu finalis TOFI. Ia berhasil meraih gelar bachelor of science kurang dari tiga tahun dengan predikat summa cum laude. Setelah menyelesaikan program S-1 pada tahun 1998, ia mendapat banyak tawaran beasiswa dari berbagai perguruan tinggi ternama di Amerika Serikat. Walaupun demikian, ia memilih tetap kuliah di Universitas Wisconsin dan meraih gelar doktor di bidang electrical engineering pada bulan Mei 2003.

Selama menyelesaikan program doktor, Prof. Nelson memperoleh berbagai prestasi gemilang di antaranya adalah WARF Graduate University Fellowships dan Graduate Dissertator Travel Funding Award. Penelitan doktornya di bidang photonics, optoelectronics, dan semiconductor nanostructires juga meraih penghargaan tertinggi di departemennya, yakni The 2003 Harold A. Peterson Best ECE Research Paper Award.

Setelah memperoleh gelar doktor, Nelson mendapat tawaran menjadi asisten profesor dari berbagai universitas ternama di Amerika Serikat. Akhirnya pada awal tahun 2003, ketika masih berusia 25 tahun, ia menjadi asisten profesor di bidang electrical and computer engineering, Lehigh University. Lehigh University merupakan sebuah universitas papan atas di bidang teknik dan fisika di kawasan East Coast, Amerika Serikat.

Saat ini Prof. Nelson menjadi profesor di universitas ternama Amerika, Lehigh University, Pensilvania dan mengajar para mahasiswa di tingkat master (S-2), doktor (S-3) dan post doctoral Departemen Teknik Elektro dan Komputer. Lebih dari 84 hasil riset maupun karya tulisnya telah dipublikasikan di berbagai konferensi dan jurnal ilmiah internasional. Ia juga sering diundang menjadi pembicara utama di berbagai seminar, konferensi dan pertemuan intelektual, baik di berbagai kota di AS dan luar AS seperti Kanada, Eropa dan Asia. Prof Nelson telah memperoleh 11 penghargaan dan tiga hak paten atas penemuan risetnya. Ada tiga penemuan ilmiahnya yang telah dipatenkan di AS, yakni bidang semiconductor nanostructure optoelectronics devices dan high power semiconductor lasers.

Ketika masih di Sekolah Dasar, Prof. Nelson gemar membaca biografi para fisikawan ternama. Ia sangat mengagumi prestasi para fisikawan tersebut karena banyak fisikawan yang telah meraih gelar doktor, menjadi profesor dan bahkan ada beberapa fisikawan yang berhasil menemukan teori (eyang Einstein) ketika masih berusia muda. Karena membaca riwayat hidup para fisikawan tersebut, sejak masih Sekolah Dasar, Prof. Nelson sudah mempunyai cita-cita ingin menjadi profesor di universitas di Amerika Serikat.

Walaupun saat ini tinggal di Amerika Serikat dan masih menggunakan passport Indonesia, Prof. Nelson berjanji kembali ke Indonesia jika Pemerintah Indonesia sangat membutuhkannya.

Dia sering diundang menjadi pembicara utama dan penceramah di berbagai seminar. Paling sering terutama menjadi pembicara dalam pertemuan-pertemuan intelektual, konferensi, dan seminar di Washington DC. Selain itu, dia sering datang ke berbagai kota lain di AS. Bahkan, dia sering pergi ke mancanegara seperti Kanada, sejumlah negara di Eropa, dan Asia.

Yang mengagumkan, sudah ada tiga penemuan ilmiahnya yang dipatenkan
di AS, yakni bidang semiconductor nanostructure optoelectronics devices dan high power semiconductor lasers. Di tengah kesibukannya melakukan riset-riset lainnya, dua buku Nelson sedang dalam proses penerbitan. Bukan main!!

Kedua buku tersebut merupakan buku teks (buku wajib pegangan, Red) bagi mahasiswa S-1 di Negeri Paman Sam.

Karena itu, Indonesia layak bangga atas prestasi anak bangsa di negeri rantau tersebut. Lajang kelahiran Medan, 20 Oktober 1977, itu sampai sekarang masih memegang paspor hijau berlambang garuda. Kendati belum satu dekade di AS, prestasinya sudah segudang. Ke mana pun dirinya pergi, setiap ditanya orang, Nelson selalu mengenalkan diri sebagai orang Indonesia. Sikap Nelson itu sangat membanggakan di tengah banyak tokoh kita yang malu mengakui Indonesia sebagai tanah kelahirannya.

"Saya sangat cinta tanah kelahiran saya. Dan, saya selalu ingin melakukan yang terbaik untuk Indonesia," katanya, serius.

Di Negeri Paman Sam, kecintaan Nelson terhadap negerinya yang dicap sebagai terkorup di Asia tersebut dikonkretkan dengan memperlihatkan ketekunan serta prestasi kerjanya sebagai anak bangsa. Saat berbicara soal Indonesia, mimic pemuda itu terlihat sungguh-sungguh dan jauh dari basa-basi.

"Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan merupakan bangsa yang
mampu bersaing dengan bangsa-bangsa besar lainnya. Tentu saja jika bangsa kita terus bekerja keras," kata Nelson menjawab koran ini.

Anak muda itu memang enak diajak mengobrol. Idealismenya berkobar-kobar dan penuh semangat. Layaknya profesor Amerika, sosok Nelson sangat bersahaja dan bahkan suka merendah. Busana kesehariannya juga tak aneh-aneh, yakni mengenakan kemeja berkerah dan pantalon.

Sekilas, dia terkesan pendiam. Pengetahuan dan bobotnya sering tersembunyi di balik penampilannya yang seperti tak suka bicara. Tapi, ketika dia mengajar atau berbicara di konferensi para intelektual, jati diri akademisi Nelson tampak. Lingkungan akademisi, riset, dan kampus memang menjadi dunianya. Dia selalu peduli pada kepentingan serta dahaga pengetahuan para mahasiswanya di kampus.

Ada yang menarik di sini. Karena tampangnya yang sangat belia, tak sedikit insan kampus yang menganggapnya sebagai mahasiswa S-1 atau program master. Dia dikira sebagai mahasiswa umumnya. Namun, bagi yang mengenalnya, terutama kalangan universitas atau jurusannya mengajar, begitu bertemu dirinya, mereka selalu menyapanya hormat: Prof Tansu.

"Di semester Fall 2003, saya mengajar kelas untuk tingkat PhD tentang physics and applications of photonics crystals. Di semester Spring 2004, sekarang, saya mengajar kelas untuk mahasiswa senior dan master tentang semiconductor device physics. Begitulah," ungkap Nelson menjawab soal kegiatan mengajarnya. September hingga Desember atau semester Fall 2004, jadwal mengajar Nelson sudah menanti lagi. Selama semester itu, dia akan mengajar kelas untuk tingkat PhD tentang applied quantum mechanics for semiconductor nanotechnology.








Technology

"Selain mengajar kelas-kelas di universitas, saya membimbing beberapa mahasiswa PhD dan post-doctoral research fellow di Lehigh University ini," jelasnya saat ditanya mengenai kesibukan lainnya di kampus.

Nelson termasuk individu yang sukses menggapai mimpi Amerika (American dream). Banyak imigran dan perantau yang mengadu nasib di negeri itu dengan segala persaingannya yang superketat. Di Negeri Paman Sam tersebut,ada cerita sukses seperti aktor yang kini menjadi Gubernur California Arnold Schwarzenegger yang sebenarnya adalah imigran asal Austria. Kemudian, dalam Kabinet George Walker Bush sekarang juga ada imigrannya, yakni Menteri Tenaga Kerja Elaine L. Chao. Imigran asal Taipei tersebut merupakan wanita pertama Asian-American yang menjadi menteri selama sejarah AS.

Negara Superpower tersebut juga sangat baik menempa bakat serta intelektual Nelson. Lulusan SMA Sutomo 1 Medan itu tiba di AS pada Juli 1995. Di sana, dia menamatkan seluruh pendidikannya mulai S-1 hingga S-3 di University of Wisconsin di Madison. Nelson menyelesaikan pendidikan S-1 di bidang applied mathematics, electrical engineering, and physics. Sedangkan untuk PhD, dia mengambil bidang electrical engineering.

Dari seluruh perjalanan hidup dan karirnya, Nelson mengaku bahwa semua suksesnya itu tak lepas dari dukungan keluarganya. Saat ditanya mengenai siapa yang paling berpengaruh, dia cepat menyebut kedua orang tuanya dan kakeknya. "Mereka menanamkan mengenai pentingnya pendidikan sejak saya masih kecil sekali," ujarnya.

Ada kisah menarik di situ. Ketika masih sekolah dasar, kedua orang tuanya sering membanding-bandingkan Nelson dengan beberapa sepupunya yang sudah doktor. Perbandingan tersebut sebenarnya kurang pas. Sebab, para sepupu Nelson itu jauh di atas usianya. Ada yang 20 tahun lebih tua. Tapi, Nelson kecil menganggapnya serius dan bertekad keras mengimbangi sekaligus melampauinya. Waktu akhirnya menjawab imipian Nelson tersebut.

"Jadi, terima kasih buat kedua orang tua saya. Saya memang orang yang suka dengan banyak tantangan. Kita jadi terpacu, gitu," ungkapnya.

Nelson mengaku, mendiang kakeknya dulu juga ikut memicu semangat serta disiplin belajarnya. "Almarhum kakek saya itu orang yang sangat baik, namun agak keras. Tetapi, karena kerasnya, saya malah menjadi lebih tekun dan berusaha sesempurna mungkin mencapai standar tertinggi dalam melakukan sesuatu," jelasnya.

Sisihkan 300 Doktor AS, tapi Tetap Rendah Hati Nelson Tansu menjadi fisikawan ternama di Amerika. Tapi, hanya sedikit yang tahu bahwa profesor belia itu berasal dari Indonesia. Di sejumlah kesempatan, banyak yang menganggap Nelson ada hubungan famili dengan mantan
PM Turki Tansu Ciller. Benarkah?

NAMA Nelson Tansu memang cukup unik. Sekilas, sama sekali nama itu tidak mengindikasikan identitas etnis, ras, atau asal negeri tertentu. Karena itu, di Negeri Paman Sam, banyak yang keliru membaca, mengetahui, atau berkenalan dengan profesor belia tersebut.

Malah ada yang menduga bahwa dia adalah orang Turki. Dugaan itu muncul jika dikaitkan dengan hubungan famili Tansu Ciller, mantan perdana menteri (PM) Turki. Beberapa netters malah tidak segan-segan mencantumkan nama dan kiprah Nelson ke dalam website Turki. Seolah-olah mereka yakin betul bahwa fisikawan belia yang mulai berkibar di lingkaran akademisi AS itu memang berasal dari negerinya Kemal Ataturk.

Ada pula yang mengira bahwa Nelson adalah orang Asia Timur, tepatnya Jepang atau Tiongkok. Yang lebih seru, beberapa universitas di Jepang malah terang-terangan melamar Nelson dan meminta dia "kembali" mengajar di Jepang.
Seakan-akan Nelson memang orang sana dan pernah mengajar di Negeri Sakura itu.

Dilihat dari nama, wajar jika kekeliruan itu terjadi. Begitu juga wajah Nelson yang seperti orang Jepang. Lebih-lebih di Amerika banyak professor yang keturunan atau berasal dari Asia Timur dan jarang-jarang memang asal Indonesia. Nelson pun hanya senyum-senyum atas segala kekeliruan terhadap dirinya.

"Biasanya saya langsung mengoreksi. Saya jelaskan ke mereka bahwa saya asli Indonesia. Mereka memang agak terkejut sih karena memang mungkin jarang ada profesor asal aslinya dari Indonesia,"jelas Nelson.

Tansu sendiri sesungguhnya bukan marga kalangan Tionghoa. Memang, nenek moyang Nelson dulu Hokkien, dan marganya adalah Tan. Tapi, ketika
lahir, Nelson sudah diberi nama belakang "Tansu", sebagaimana ayahnya, Iskandar Tansu.

"Saya suka dengan nama Tansu, kok,"kata Nelson dengan nada bangga.

Nelson adalah pemuda mandiri. Semangatnya tinggi, tekun, visioner, dan selalu mematok standar tertinggi dalam kiprah riset dan dunia akademisinya. Orang tua Nelson hanya membiayai hingga tingkat S-1. Selebihnya? Berkat keringat dan prestasi Nelson sendiri. Kuliah tingkat doktor hingga segala keperluan kuliah dan kehidupannya ditanggung lewat beasiswa universitas.

"Beasiswa yang saya peroleh sudah lebih dari cukup untuk membiayai semua kuliah dan kebutuhan di universitas," katanya.

Orang seperti Nelson dengan prestasi akademik tertinggi memang tak sulit memenangi berbagai beasiswa. Jika dihitung-hitung, lusinan penghargaan dan anugerah beasiswa yang pernah dia raih selama ini di AS.

Menjadi profesor di Negeri Paman Sam memang sudah menjadi cita-cita dia sejak lama. Walau demikian, posisi assistant professor (profesor muda, Red) tak pernah terbayangkannya bisa diraih pada usia 25 tahun. Coba bandingkan dengan lingkungan keluarga atau masyarakat di Indonesia, umumnya apa yang didapat pemuda 25 tahun?

Bahkan, di AS yang negeri supermaju pun reputasi Nelson bukan fenomena umum. Bayangkan, pada usia semuda itu, dia menyandang status guru besar. Sehari-hari dia mengajar program master, doktor, dan bahkan post doctoral. Yang prestisius bagi seorang ilmuwan, ada tiga riset Nelson yang dipatenkan di AS. Kemudian, dua buku teksnya untuk mahasiswa S-1 dalam proses penerbitan.

Tapi, bukan Nelson Tansu namanya jika tidak santun dan merendah. Cita-citanya mulia sekali. Dia akan tetap melakukan riset-riset yang hasilnya bermanfaat buat kemanusian dan dunia. Sebagai profesor di AS, dia seperti meniti jalan suci mewujudkan idealisme tersebut.

Ketika mendengar pengakuan cita-cita sejatinya, siapa pun pasti akan terperanjat. Cukup fenomenal. "Sejak SD kelas 3 atau kelas 4 di Medan, saya selalu ingin menjadi profesor di universitas di Amerika Serikat. Ini benar-benar saya cita-citakan sejak kecil," ujarnya dengan mimic serius.

Tapi, orang bakal mahfum jika melihat sejarah hidupnya. Ketika usia SD, Nelson kecil gemar membaca biografi para ilmuwan-fisikawan AS dan Eropa. Selain Albert Einstein yang menjadi pujaannya, nama-nama besar seperti Werner Heisenberg, Richard Feynman, dan Murray Gell-Mann ternyata Sudah diakrabi Nelson cilik.

"Mereka hebat. Dari bacaan tersebut, saya benar-benar terkejut, tergugah dengan prestasi para fisikawan luar biasa itu. Ada yang usianya muda sekali ketika meraih PhD, jadi profesor, dan ada pula yang berhasil menemukan teori yang luar biasa. Mereka masih muda ketika itu," jelas Nelson penuh kagum.

Nelson jadi profesor muda di Lehigh University sejak awal 2003. Untuk bidang teknik dan fisika, universitas itu termasuk unggulan dan papan atas di kawasan East Coast, Negeri Paman Sam. Untuk menjadi profesor di Lehigh, Nelson terlebih dahulu menyisihkan 300 doktor yang resume (CV)-nya juga hebat-hebat.

Referensi :

- http://www.gurumuda.com/prof-nelson-tansu-phd
- http://mutiarahati.blogsome.com/2007/07/25/nelson-tansu-profesor-termuda-asal-indonesia-di-lehigh-university/

Jumat, 08 Februari 2013

History of Fingerprint Analysis


History of Fingerprint Analysis

1686

Marcello Malpighi
Malpighi, a professor of anatomy at the University of Bologna, noted in his treatise the ridges, spirals, and loops in fingerprints.  The Malpighi layer of skin is named after him.

1823

John Purkinje
Purkinje, a professor or anatomy at the University of Breslau, published his thesis discussing nine fingerprint patterns.

1858

Sir William James Herschel
The English government began using fingerprints when Sir William James Herschel, Chief Magistrate of the Hooghly district in Jungipoor, India, first used fingerprints on native contracts.
The original intent was not towards personal identification, but towards scaring the natives.  Herschel has Rajyadhar Konai, a local businessman, press his hand print on a contract in order to frighten him out repudiating his signature.  Personal contact with the document appeared to make the contract more binding than if they only signed the document.  Later, Herschel simply required the right index and middle fingers of contract holders.
As fingerprinting increased, Herschel began to note that there was a uniqueness to each individual and that the fingerprints could be used to prove or disprove identity.

1863

Paul-Jean Coulier
Professor Paul-Jean Coulier, of Val-de-Grace in Paris, published his observations that latent fingerprints could be developed on paper by iodine fuming, and he explained how to preserve the developed impressions.  Coulier mentioned the potential for identifying suspects’ fingerprints by using a magnifying glass.

1880

Dr. Henry Faulds
During the 1870′s, Dr. Henry Faulds, the British Surgeon-General-Superintendent of Tsukiji Hospital in Tokyo, Japan, began research on the skin-furrows of latent fingerprints on prehistoric pottery.
In 1880, Faulds created a classification system for fingerprints which he forwarded to Sir Charles Darwin who in turn forwarded it to Francis Galton.
In Faulds’ journal article, he discussed fingerprints as a means of personal identification and how one could use printers ink as a method of obtaining the prints.
Faulds is also credited with the first fingerprint identification of a greasy fingerprint left on a bottle of alcohol.

1882

Gilbert Thompson
The first known use of fingerprints in the United States occurred in 1882 by Gilbert Thompson who used his own thumbprint on a document to prevent forgery.

1891

Sir Francis Galton
Galton studied fingerprints as a means of identification throughout the 1880′s.  As a result, he created a system of patterns.  His primary interest in fingerprints was as an aid in determining heredity and racial background, although he later determined that not to be connected.
In 1891, Juan Vucetich, an Argentine Police Official, began creating the first fingerprint files based on Galton’s pattern types.

1892

Vucetich and Galton
The first criminal fingerprint identification occurred in 1892.  The criminal was Francis Rojas, a woman who murdered her two sons and cut her own throat in an attempt to blame another person.  Her bloody print was left on a door post which proved her identity as the murderer.
Galton published his book “Fingerprints” which established the individuality and permanence of fingerprints.  According to his calculations, the odds of two individuals sharing the same fingerprint is 1 in 64 billion.  The book also included the first classification system for fingerprints.

1897

Haque and Bose
On June 12, 1897, the Council of the Governor General of India approved the committee report that fingerprints should be used for classification of criminal records.
Later that year, the Calcutta (now Kolkata) Anthropometric Bureau became the world’s first Fingerprint Bureau.  Azizul Haque and Hem Chandra Bose, who worked at the Bureau, are the two fingerprint experts credited with primary development of the Henry System of fingerprint classification.  The system was named after their supervisor, Edward Richard Henry. The Henry classification system is still used in English-speaking countries, primarily as the manual filing system for accessing paper archive files that have not been scanned and computerized.

1901

Fingerprint Branch
The Fingerprint Branch at New Scotland Yard (London Metropolitan Police) was created in July of 1901 using the Henry System of Fingerprint Classification.

1902

United States
The first systematic use of fingerprints in the United States was by the New York Civil Service Commission for testing. Dr. Henry P. DeForrest pioneers U.S. fingerprinting.
In 1903, the New York State Prison system began the first systematic use of fingerprints in the U.S. for criminals.

1904

IACP
The International Association of Chiefs of Police (IACP) created America’s first national fingerprint repository, called the National Bureau of Criminal Identification.

1905

Army
The U.S. Army begins using fingerprints.
The U.S. Department of Justice forms the Bureau of Criminal Identification in Washington, DC to provide a centralized reference collection of fingerprint cards.
Two years later, the U.S. Navy started using fingerprints, and the Marine Corp joined the following year.

1915

IAI
Inspector Harry H. Caldwell of the Oakland California Police Department’s Bureau of Identification began the International Association for Criminal Identification.  In 1918, the organization was renamed to the International Association for Identification (IAI) due to the volume of non-criminal identification the group performed.
The logo for IAI contains the right index fingerprint of Sir Francis Galton.

1924

FBI
An act of Congress established the Identification Division of the FBI.  The IACP’s National Bureau of Criminal Identification and the US Justice Department’s Bureau of Criminal Identification consolidated to form the basis of the FBI fingerprint files.

1946

AFIS
By 1946, the FBI had processed 100 million fingerprint cards in manually maintained files, and by 1971, 200 million cards.
With the introduction of the Automated Fingerprint Identification System (AFIS) technology, the files were split into computerized criminal files and manually maintained civil files.

1974

F.F.S.
Four employees of the Hertfordshire Fingerprint Bureau began the UK’s first professional fingerprint organization, the National Society of Fingerprint Officers.  The organization then expanded internationally and was renamed The Fingerprint Society in 1977.  The initials F.F.S. behind a fingerprint expert’s name indicates that they are a Fellow of the Fingerprint Society.  The Society hosts annual educational conferences.

1977

Latent Print Certification Board
At the 62nd Annual Conference of the International Association for Identification (IAI) voted to establish the world’s first certification program for fingerprint experts.  Since 1977, the IAI’s Latent Print Certification Board has proficiency tested thousands of applicants, and periodically tests all IAI Certified Latent Print Examiners (CLPE).
During the past three decades, Certified Latent Print Examiner status has become a prerequisite for journeyman fingerprint expert positions in many US state and federal government forensic laboratories.  IAI CLPE status is considered by many identification professionals to be a measurement of excellence.

2005

Interpol
As of 2005, Interpol’s Automated Fingerprint Identification System repository exceeded 50,000 sets of fingerprints for important international criminal records from 184 member countries.  Over 170 countries have 24×7 interface ability with Interpol expert fingerprint services.

2010

U.S. Department of Homeland Security
The largest AFIS repository in America is operated by the Department of Homeland Security’s US Visit Program.  It contains over 100 million persons’ fingerprints, many in the form of two-finger records.  The two-finger records are non-compliant with FBI and Interpol standards, but sufficient for positive identification and valuable for forensics because index fingers and thumbs are the most commonly identified crime scene fingerprints. The US Visit Program has been migrating from two flat (not rolled) fingerprints to ten flat fingerprints since 2007.  ”Fast capture” research funded by the US government will enable implementation of ten “rolled print equivalent” fingerprint recording (within 15 seconds per person fingerprinted) in future years.
The largest tenprint AFIS repository in America is the FBI’s Integrated AFIS (IAFIS) in Clarksburg, WV.  IAFIS has more than 60 million individual computerized fingerprint records (both criminal and civil applicant records).  Old paper fingerprint cards for the civil files are still manually maintained in a warehouse facility (rented shopping center space) in Fairmont, WV, though most enlisted military service member fingerprint cards received after 1990, and all military-related fingerprint cards received after 19 May 2000, have now been computerized and can be searched internally by the FBI.  In “Next Generation Identification,” the FBI may make civil file AFIS searches available to US law enforcement agencies through remote interface.  The FBI is also planning to eventually expand their automated identification activities to include other biometrics such as palm, iris and face.
All US states and many large cities have their own AFIS databases, each with a subset of fingerprint records that is not stored in any other database.  Many also store and search palmprints.  Law enforcement fingerprint interface standards are important to enable sharing records and reciprocal searches to identify criminals.
References:
Borowsky, R. (1994). DNA fingerprinting: An overview. Bioscience, 44(10), 709. Retrieved from http://web.ebscohost.com.ezproxy.umw.edu:2048/ehost/pdfviewer/pdfviewer?vid=21&hid=104&sid=25053f08-5687-457b-b51d-38a35af8af32%40sessionmgr112
Cole, S. A. (2005). More than zero: Accounting for error in latent fingerprint identification.The Journal of Criminal Law and Criminology, 95(3), 985-1078.  Retrieved from http://web.ebscohost.com.ezproxy.umw.edu:2048/ehost/detail?vid=13&hid=104&sid=25053f08-5687-457b-b51d-38a35af8af32%40sessionmgr112&bdata=JnNpdGU9ZWhvc3QtbGl2ZQ%3d%3d#db=a9h&AN=18099321
Federal Bureau of Investigation. (2010). Integrated automated fingerprint identification system. Retrieved from http://www.fbi.gov/about-us/cjis/fingerprints_biometrics/iafis/iafis
Joseph, L. C. & Resch, L. D. (2005).  Fingerprinting. Retrieved from http://www.cyberbee.com/whodunnit/fp.html
Hawthorne, M. R. (2008). Fingerprints: Analysis and understanding. Boca Raton, FL: CRC Press.
Mairs, G. T. (1936). Fingerprint signatures: A word of caution concerning their use.Journal of Criminal Law and Criminology, 27(3), 409-411. Retrieved from http://www.jstor.org.ezproxy.umw.edu:2048/stable/1135333?&Search=yes&term=fingerprint&list=hide&searchUri=%2Faction%2FdoBasicSearch%3FQuery%3Dfingerprint%2B%26gw%3Djtx%26acc%3Don%26prq%3D%2528fingerprint%2Banalysis%2529%26hp%3D25%26wc%3Don&item=22&ttl=2736&returnArticleService=showFullText
Osterburg, J. W. et al. (1977). Development of a mathematical formula for the calculation of fingerprint probabilities based on individual characteristics. Journal of the American Statistical Association, 72(360), 772-778. Retrieved from http://www.jstor.org.ezproxy.umw.edu:2048/stable/2286458?seq=7&Search=yes&term=fingerprint&term=analysis&list=hide&searchUri=%2Faction%2FdoBasicSearch%3FQuery%3Dfingerprint%2Banalysis%26gw%3Djtx%26acc%3Don%26prq%3Dface%2Brecognition%26hp%3D25%26wc%3Don&item=3&ttl=1851&returnArticleService=showFullText&resultsServiceName=null

Rabu, 16 Januari 2013

CARA MENINGKATKAN OTAK KANAN DAN OTAK KIRI


Cara Meningkatkan Kinerja Otak Kanan dan Otak Kiri


Otak kita adalah sebuah superkomputer seberat 1,5 kg. Sebagai pusat kontrol yang mengendalikan hidup anda, otaklah yang menentukan bagaimana cara anda berpikir danberinteraksi dengan orang lain. Otak anda jauh lebih rumit dari komputer apapun dengan 100 juta milyar sel otak yang saling berhubungan satu sama lain. Mengoptimalkan fungsi otak adalah suatu keharusan jika anda ingin mengeluarkan potensi dirianda semaksimal mungkin. Dan sementara anda berolahraga atau melakukan yoga untuk menjaga kondisi tubuh, seringkali latihan mental menjadi terlupakan. Berapapun umur anda, latihan mental memiliki efek positif dan global pada otak anda. Dan inilah 22 cara untuk melakukannya :

1. Berlari untuk Sel Otak
Para peneliti mengatakan bahwa orang yang melakukan banyak latihan fisik mungkin memiliki otak yang lebih baik. Peneliti di Salk Institute menemukan bahwa tikus yang suka berlari pada roda latihan mengalami pertumbuhan sel-sel baru dua kali lebih banyak pada otak daerah memori dan belajar. Para peneliti belum yakin dengan penyebabnya tetapi ada kemungkinan bahwa hal ini dikarenakan oleh latihan fisik yang tidak dipaksakan. Yang artinya, dengan menemukan cara untuk menikmati olahraga daripada terpaksa melakukannya dapat membuatanda menjadi lebih pintar juga. Jadi lakukanlah olahraga yang anda gemari, lari pagi dengan musik atau fitness dengan teman-teman anda untuk lebih menyegarkan otak anda.
2. Mencoba Hal Baru
Pakar neurobiology dari Duke University, professor Lawrence C. Katz, Ph.D mengatakan bahwa menemukan cara baru dalam berpikir dan mencoba berbagai hal baru dapat meningkatkan fungsi dari daerah otak yang kurang aktif. Pada intinya cobalah lakukan apa saja yang dapat membuat anda keluar dari kebiasaan cara berpikir anda selama ini, misalnya mencoba berbagai masakan baru, pergi ke kantor melalui jalan lain, mengunjungi tempat-tempat baru atau mencoba membuat suatu karya seni.
3. Bertanya
Biasakan diri anda untuk selalu ingin tahu! Tanyakan kepada diri anda sendiri dan orang lain di sekitar anda tentang berbagai hal. Biasakan untuk bertanya “kenapa?” setidaknya 10 kali sehari. Otak anda menjadi terlatih dan kesempatan serta solusi akan muncul dalam kehidupananda.
4. Tertawa
Peneliti mengatakan bahwa tertawa baik untuk kesehatan. Tanpa peneliti harus memberitahu, seumur hidup kita sudah merasakan khasiat tertawa yang dapat mengurangi stress dantekanan mental. Jadi tertawalah sebelum tertawa itu dilarang!
5. Menjadi Pecinta Ikan
Omega-3 yang banyak terkandung dalam ikan telah lama diketahui baik untuk jantung. Tapi penelitian terakhir mengungkapkan bahwa omega-3 juga baik untuk otak karena mereka membantu sistem sirkulasi yang memompa oksigen ke kepala anda dan meningkatkan fungsi membran yang mengelilingi sel otak. Orang yang banyak mengkonsumsi ikan atau omega-3 bisa memiliki keadaan mental dan kecerdasan yang lebih baik dan lebih tahan terhadap depresi. Menyantap hidangan ikan seperti salmon, sarden, mackerel, dan tuna setidaknya 3 kali dalam seminggu adalah awal yang baik.
6. Menggali Ingatan
Lihatlah kembali album foto lama atau buku tahunan sekolah anda. Otak anda adalah sebuah mesin ingatan, jadi biarkanlah ia bekerja supaya tidak berkarat.
7. Kurangi Lemak
Lemak dapat mengurangi aliran darah yang mengandung oksigen ke otak anda danmenghambat metabolisme dari glukosa yag merupakan “makanan” untuk otak. Anda masih boleh mendapatkan 30% dari kebutuhan kalori perhari anda dalam bentuk lemak dan jauhi makanan ringan yang banyak mengandung lemak.
8. Bermain Teka-teki
Menyelesaikan teka-teki di waktu luang adalah cara yang baik untuk melatih otak anda danmenjaga kondisinya. Tidak masalah apakah itu teka-teki silang, jigsaw atau permainan logika. Tetapi lakukanlah dengan menyadari bahwa teka-teki tersebut hanyalah sebuah permainan untuk kesenangan.
9. Efek Mozart
Frances Rauscher seorang psikolog di University of Wisconsin menemukan bahwa mendengarkan Mozart dapat meningkatkan kemampuan matematik dan ruang seseorang. Tetapi perlu diperingati bahwa tidak semua orang mengalami efek Mozart ini. Dan beberapa ahli juga mengatakan bahwa hal ini terjadi karena musik dapat membuat orang yangmendengarnya merasa nyaman dan rileks dan rangsangan yang serupa juga dapat menghasilkan efek yang sama. Bahkan ada satu penelitian yang menemukan bahwa dengan mendengarkan cerita maka otak kita juga akan semakin berkembang.
10. Meningkatkan Keterampilan
Beberapa rangsangan mental yang diulang-ulang sebenarnya baik untuk otak anda selamaanda terus meningkatkan keahlian dan pengetahuan dasar anda. Kegiatan sehari-hari seperti berkebun, menjahit, membaca, mengisi teka-teki silang dapat berguna untuk kesehatan otakanda asalkan anda mendorong diri anda untuk terus melakukannya pada tingkat yangberbeda. Misalnya menjahit dengan pola yang lebih sulit, melukis dengan tehnik yang lebih sulit, atau mengerjakan teka-teki silang yang lebih besar dan sulit.
11. Jauhi Alkohol
Penelitian pada tikus menemukan bahwa alcohol tidak hanya merusak otak tetapi juga mencegahnya untuk pulih kembali. Penelitian terhadap 3500 pria di Jepang menemukan bahwa mereka yang minum secara teratur (kira-kira sekali sehari) akan memiliki fungsi kognitifyang lebih baik ketika mereka bertambah tua jika dibandingkan dengan mereka yang tidak minum sama sekali. Tetapi bagaimanapun juga jika anda minum melebihi batas normal maka kemampuan memori dan reaksi anda akan semakin menurun.
12. Bermain
Luangkan waktu anda untuk bermain. Tidak masalah apakah itu permainan kartu, video game, monopoli atau bahkan tarik tambang.Bermain sangat bagus untuk jiwa dan otak anda. Dengan bermain maka otak anda akan diberikan kesempatan untuk berpikir secara strategis.
13. Hal Yang Dilakukan Sebelum Tidur
Melihat atau membaca hal-hal penting (hanya jika informasi tersebut tidak akan mengganggu tidur anda) sebelum anda tidur dapat membantu meningkatkan ingatan anda terhadap hal-hal tersebut sebesar 20-30%. Sebaliknya jika anda tidak bisa tidur karena sesuatu hal yangmengusik pikiran anda, anda bisa “mengeluarkannya” dari pikiran anda dengan menulis semuanya diatas sehelai kertas. Jadi selalu siapkan pulpen dan kertas di samping tempat tiduranda.
14. Konsentrasi
Konsentrasi dapat meningkatkan kemampuan otak. Tentu saja anda tahu mengenai hal ini, tapi yang mungkin anda tidak sadari adalah hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasianda. Misalnya anda ingin menelepon seseorang sejak pagi tadi, jika hal ini tidak andalakukan maka akan mengganggu konsentrasi anda untuk beraktifitas seharian, bahkan ketikaanda tidak menyadarinya. Biasakan untuk berhenti sejenak dan bertanya “Apa yang sedang ada di pikiran saya saat ini?”. Ingat-ingat dan selesaikan hal tersebut. Untuk contoh di atas, segera telepon orang tersebut atau masukkan ke agenda esok hari, sehingga anda dapat berpikir dengan jernih dan rileks.
15. Hanya untuk Pasangan Suami Istri
Bagi anda yang sudah menikah, berdasarkan penelitian Winnifred B. Cutler, PhD dankoleganya di University of Pennsylvania , bercinta adalah salah satu kunci untuk menjaga kesehatan otak. Keintiman dan ikatan emosional yang terjadi pada saat bercinta dapat melepaskan perasaan negatif seperti kemarahan dan kekecewaan dari pikiran. Sedangkan untuk para istri, tingkat estrogennya akan meningkat dan tingkat estrogen yang meningkat juga meningkatkan aktivitas otak secara keseluruhan dan meningkatkan memori.
16. Bermain dan Bekerja
Tanpa kepuasan pribadi, maka anda tidak bisa mengerjakan sesuatu dengan maksimal Ketika diri seseorang berkembang melalui belajar dan kreativitas, ia lebih bersemangat dan akan memberikan 127% kemampuannya untuk pekerjaan. Ingat-ingatlah apa yang anda sukai ketika anda masih kecil dan terapkan hal tersebut ke dalam pekerjaan anda. Ini adalah kunci menuju kejeniusan, bakat dan talenta anda. Da Vinci, Edison dan Picasso semuanya suka bermain dan mereka suka bereksplorasi.
17. Siklus Kesadaran
Kesadaran anda terus mengalami siklus naik turun dalam kehidupan sehari-hari. Lama siklus yang terjadi sekitar 90 menit dengan 30 menitnya adalah durasi ketika kesadaran anda dalam kondisi yang lemah. Pelajari dan ketahui siklus anda sehingga anda bisa fokus pada tugas-tugas yang membutuhkan konsentrasi penuh ketika kesadaran anda sedang dalam keadaan siklus yang baik dan bukan yang lemah.
18. Belajar
Sebenarnya kita sedang mengembangkan potensi otak kita ketika kita menggunakannya untuk mempelajari hal-hal baru. Pelajari topik baru dari bidang pekerjaan anda atau hobi anda. Jika saat ini tidak ada topik yang membuat anda tertarik, cobalah mempelajari sebuah kata baru tiap harinya. Biasakan pikiran anda untuk terus belajar.
19. Menulis Untuk Dibaca
Menulis adalah salah satu stimulan yang baik untuk otak anda karena menulis dapat mengembangkan kapasitas otak anda. Cobalah memulainya dengan menulis cerita masa kanak-kanak anda atau mulai membuat blog sendiri atau apa saja selama anda menulisnya dengan tujuan untuk dibaca oleh orang lain.
20. Aroma Terapi
Aroma terapi dapat membantu anda untuk menjaga konsentrasi sekaligus menenangkan pikiran. Gunakan di tempat kerja untuk meningkatkan performa anda tetapi sebelumnya pastikan dahulu tidak ada yang alergi terhadapnya.
21. Meningkatkan Kekuatan Otak
Kopi dan minuman lainnya yang mengandung kafein dapat membantu mahasiswa meraih nilai tinggi pada saat ujian. Tetapi kafein sebenarnya menghambat aliran darah pada otak dan memiliki efek negatif lainnya. Oleh karena itu gantilah kopi dengan ginkgo biloba atau teh gotu kola. Ginkgo biloba telah dibuktikan dapat meningkatkan konsentrasi dan aliran darah ke otak dan
22. Membangun Sebuah Komunitas
Berkenalanlah dengan orang banyak di berbagai tempat untuk menemukan kesempatan baru dan solusi untuk masalah anda. Kelilingi diri anda dengan orang-orang dari berbagai bidang yang mendorong anda untuk terus maju sehingga kreatifitas anda akan terus berkembang.

CARA MELATIH OTAK KANAN


Cara Melatih Otak Kanan sebenarnya sudah banyak beredar di internet. Dan otak kanan itu sendiri memiliki fungsi yang sangat penting bagi kita, untuk itu tak salah jika seseorang ingin meningkatkan kemampuan dari otak kanan mereka. Info-mini akan share sedikit tentang cara melatih otak kanan agar bisa berfungsi secara optimal.


Sebenarnya apa sih fungsi otak kanan kita?
Jawabannya adalah Otak kanan berfungsi dalam perkembangan emotional quotient (EQ). Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi. Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, dan melukis. (kompas.com)

Begitu banyaknya fungsi otak kanan kita. Untuk itu jika anda ingin melatih otak kanan anda agar berfungsi secara optimal, baca cara melatih otak kanan berikut ini:

1. Eight game
Pura-puralah menulis angka delapan tidur atau simbol ? di udara dengan tangan kiri dan kanan secara bersama-sama. Permainan sederhana ini bertujuan untuk menyeimbangkan syaraf motorik kiri dan syaraf motorik kanan. Cobalah dan teruskanlah permainan ini setelah sarapan, selama dua menit setiap hari.
2. Thumb game
Acungkanlah jempol tangan kiri dan kelingking tangan kanan, sambil menyorongkan kedua belah tangan ke arah kanan. Sebaliknya, acungkanlah jempol tangan kanan dan kelingking tangan kiri, sambil menyorongkan kedua belah tangan ke arah kiri. Permainan sederhana ini bertujuan untuk menyeimbangkan syaraf motorik kiri dan syaraf motorik kanan. Cobalah dan teruskanlah permainan ini bersama teman-teman setelah makan siang, selama dua menit setiap hari.
3. Pattern game
Gambarlah pola-pola tertentu di atas kertas kosong, dengan tangan kiri dan kanan secara bersama-sama, ke arah dalam, luar, atas, dan bawah. Selain bertujuan untuk menyeimbangkan syaraf motorik kiri dan syaraf motorik kanan, permainan unik ini juga dapat menggali potensi visual. Cobalah permainan ini selama dua menit setiap hari, minimal 14 hari berturut-turut.
4. Specific crawl

Gerakkan tangan kanan serentak dengan kaki kiri. Kemudian balaslah, gerakkan tangan kiri serentak dengan kaki kanan. Idealnya, siku tangan menyentuh lutut. Iringi pula dengan lagu favorit. Selain bertujuan untuk menyeimbangkan syaraf motorik kiri dan syaraf motorik kanan, gerakan ini juga dapat membuat pikiran terbuka terhadap hal-hal yang baru. Cobalah gerakan ini secara 10 menit setiap hari, minimal 14 hari berturut-turut.
5. Specific posturing
Bertumpulah di lantai dengan lutut kiri dan tangan kanan. Sementara itu, kaki kanan diluruskan ke belakang dan tangan kiri diluruskan ke depan. Posisi ini bertujuan untuk mengaktifkan syaraf-syaraf tertentu secara umum dan otak kanan secara khusus. Cobalah posisi ini selama 10 menit setiap hari, minimal 14 hari berturut-turut.
6. Specific relaxing
Tip ini khusus anak-anak. Pertahankan posisi relaksasi setengah tengkurap. Biasakan pula posisi ini ketika anak tidur. Semakin dini, semakin baik. Biasakan pula posisi ini ketika anak sakit, sambil dipeluk oleh orang tua. Dengan demikian, otak anak berada dalam frekuensi alpha dan anak akan merasa damai karenanya.
7. Rotated reading
Balikkan sebuah tulisan (atas bawah), lalu bacalah tulisan tersebut dari kanan ke kiri. Cobalah dan teruskanlah kebiasaan baru ini selama 2 menit setiap hari.
8. Left-handed foreplay
Tip yang boleh juga disebut Kamasutra ini khusus untuk lelaki yang telah menikah. Cumbulah pasangan Anda dengan menggunakan tangan kiri. (Bagi Anda yang belum menikah, jangan khawatir, Anda tetap bisa melakukannya. Caranya? Menikahlah dulu.)
9. Left-handed handling
Peganglah gagang pintu dan bukalah pintu dengan tangan kiri. Cobalah dan teruskanlah kebiasaan baru ini setiap hari.
10. Left-handed brushing
Gosoklah gigi dengan tangan kiri pada pagi hari. Untuk sore atau malam hari, tetaplah menggosok gigi dengan tangan kanan. Cobalah dan teruskanlah kebiasaan baru ini setiap hari.
11. Left-handed writing
Tulislah nama panggilan Anda dengan tangan kiri di atas kertas kosong. Cobalah kebiasaan baru ini minimal 10 kali sehari, minimal selama 14 hari berturut-turut. Niscaya Anda akan menemukan keajaiban, di mana pada hari ke-3 Anda dapat menulisnya dengan sangat mudah.
12. Left-handed signing
Buatlah tanda tangan Anda dengan tangan kiri di atas sehelai kertas kosong. Cobalah kebiasaan baru ini minimal 10 kali sehari, minimal selama 14 hari berturut-turut. Niscaya Anda akan menemukan keajaiban, di mana 2 dari 10 tanda tangan tersebut menyerupai bentuk aslinya.

2 PEOPLE WHO CHANGE THIS WORLD


Albert Einstein Expresses His Admiration for Mahatma Gandhi, in Letter and Audio

In 1931, Albert Einstein wrote to Mohandas K. Gandhi to express his great admiration for the Indian leader’s methods. Translated from German, the letter reads in part:
You have shown through your works, that it is possible to succeed without violence even with those who have not discarded the method of violence.
The letter long precedes the first atomic bombs and Einstein’s letters to F.D.R. warning of their development and use; though often discussed only in relation to the horrific events of World War II, the physicist’s opposition to violence and war was a longstanding passion for him. Einstein called his pacifism an “instinctive feeling” based only on his “deepest antipathy to every kind of cruelty and hatred,” rather than any “intellectual theory.” His politics often paralleled those of fellow intellectual giant and anti-war activist Bertrand Russell (the two collaborated on a 1955 “Manifesto” for peace).
Gandhi remained an important influence on Einstein’s life and thought. In the audio clip above from 1950, he again offers generous praise for the man known as “Mahatma” (great soul). In the recording, Einstein says of Gandhi:
I believe that Gandhi’s views were the most enlightened of all the political men of our time. We should strive to do things in his spirit: not to use violence in fighting for our cause, but by non-participation in anything you believe is evil.
Gandhi’s concept of satyagraha, which roughly translates as “devotion to the truth,” appealed to Einstein, perhaps, because of its principled stand against political expediency and for a kind of moral commitment that depended on self-scrutiny and inquiry into cause and effect. Like the counter-intuitive theories of Einstein and Russell, Gandhi biographer Mark Shepard writes that the concept of satyagraha is “a hard one to grasp”–Especially, “for those used to seeing power in the barrel of a gun.”

Selasa, 15 Januari 2013

Brainwave Treatment


What is brainwave entrainment?
It is a well-known fact that our brains are electrochemical organs, made up of billions of neurons which communicate with each other by sending electrical signals. When examined by medical equipment like electroencephalographs, brain activity is displayed graphically in wavelike patterns, which are called brainwaves.

Brainwaves
brainwavesAlthough the different frequencies of brainwaves are not always clearcut, there are gradations within each category, or the categories are often intermixed, basically there are 4 general categories of brainwaves.
Beta Waves
These are the waves that our brains generate when we are wide awake, active and engaged in mental activity, usually involving more the left hemisphere, which is the rational, reality-oriented hemisphere of our brain. When beta wave activity becomes very intense, in actuality, our brain hemispheres become less synchronized in their functioning.
Alpha Waves
These are lower frequency waves, which are generated when we are in a relaxed state and not actively engaged in rigorous mental, problem-solving or task-executing activity. For example, when we are executing routine tasks, like taking a shower, putting on makeup, doing light housework, we are usually in alpha waves. Our thoughts are really not concentrated and our minds wonder freely. When we are engaged in relaxing activities, or when we are meditating, we are usually generating alpha waves. When in an alpha state, a person is more receptive to suggestions, since beta activity, with its reality-checking orientation is no longer in charge. Creativity, and creative visualization can be facilitated by alpha waves. Our brain hemispheres become naturally synchronized, or in-phase with each other.
Theta Waves
The frequency of these waves is even lower resulting in deeper relaxation, and sometimes trancelike states, where the mind feels as though it may have gone to sleep although it hasn't. Prolonged daydreaming, or meditation can induce this low-frequency brain activity, during which an apparent loss of time may be experienced, or the person might say that he had lost touch with the real, material world and was elsewhere. Theta waves are also conducive to visualization and creativity and the mind in this very relaxed state is even more receptive to suggestion and hypnosis. Here, too, our brain hemispheres are synchronized and we experience wholebrain functioning.
Delta Waves
This is the slowest band of waves that our brains produce and they occur when we are in deep, dreamless sleep. These waves are very beneficial for the body which restores and heals itself when in this state.

How Brainwave Entrainment works
The primary function of brainwave entrainment audio is to help TUNE the brainwave rhythms of the person to specific states. Brain science and EEG research dating back over 100 years has shown that specific brain rhythms are associated with specific emotional and cognitive outcomes. For example; it is known that when a dominant brainwave pattern or rhythm has a frequency of 10 cycles per second, it is very likely that the brain will produce the positive brain chemical serotonin. Serotonin is has a powerful effect on mood and increases sense of well being.  Most depression medication works based serotonin.
This is only one example of 1000's of possibilities. Specifically, brainwave entrainment audios exerts its positive effects by offering specialized audio frequencies to the ears and skull that encourage the brains internal patterns and rhythms to match and then follow the frequencies in the audio. This is called The Frequency Following Response.
The Frequency Following response is a natural phenomena that occurs when the right frequencies are heard. Using this natural phenomena combined with advanced audio processing technology and over 100 years of brain research, we are able to create brainwave entrainment audios to help tune and optimize the brain for an unlimited amount of possibilities.

Benefits of Brainwave Entrainment
Brainwave entrainment comes in many varieties, colors and flavours and can be created for general purposes such as relaxation, to very specific purposes such as increasing verbal skills.
benefits of brainwave entrainmentThere are however, some common benefits that most brainwave entrainment audios have in common. Here they are:
* New neural pathway growth & increase in brain power
* Balancing of the brain's electrical activity & whole brain functioning
* Improved memory
* Balancing of Emotions
* Mozart effect benefits multiplied
* Regulation of sleep cycles
* Positive brain chemical release such as DHEA and Serotonin
* Mood elevation

Here are just some of the long term benefits of using brainwave entrainment:
Brainwave entrainment increases your brain's processing power
Listening to brainwave entrainment builds new neural pathways which encourages the growth of special fibers within the brain.
As these new fibers grow, they increase the surface area available for receiving incoming information. The more of these fibers the brain has, the quicker it can process information. Think of it as bodybuilding for the brain!
Brainwave entrainment can counteract the effects of aging -
The more you listen to brainwave entrainment, and the more new fibers your brain will develop. This makes the brain stronger and allows it to operate at its full potential rather than just a portion of it. This can counteract the debilitating effects of aging.
Brainwave entrainment helps you reach extraordinary levels of performance -
One of the major benefits of brainwave entrainment is the balancing of the brain's electrical activity or whole brain functioning.
As various parts of your brain start to work together, neural pathways begin to fire more rapidly. This can help your brain to reach extraordinary levels of performance and higher thinking ability, which in turn produces intense creativity, clarity and inspiration.

Important Information and Warnings Regarding Brain Wave Entrainment Audios
Brainwave entrainment audio technology works by stimulating and enhancing specific types of brainwaveactivity that produces cognitive and emotional enhancements. During this process your brain will produce more desirable types of Neuro-chemicals and less of the undesirable ones. In other words you'll feel better more often. Your brain will also experience an increase in blood flow, increased production of NEW neural pathways, axon and dendrite growth. These are all extremely valuable things, however there are certain pre-existing conditions that should they exist must be considered before using our programs.
Those who should consult a qualified physician before using this technology are... - Pregnant women - People who wear a pacemaker - Individuals who have had or are prone to stroke and seizures - Epileptics- People that are under the influence of medication or drugs - People who are taking mood altering substances, legally or illegally - Individuals under the age of 18