Translate

Selasa, 29 Juli 2014

RAHASIA LUBANG HIDUNG MANUSIA

Rahasia Lubang Hidung ::
Manusia diciptakan dengan dua lubang hidung kanan dan kiri yang lebih sering menghirup dan menghembuskan udara secara bersamaan. Tapi tahukah Anda bila lubang hidung kanan dan kiri memiliki fungsi berbeda?
Lubang hidung kanan dan kiri masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Menghembuskan napas dari masing-masing lubang pun memiliki khasiat penyembuhan yang berbeda.
Setiap lubang hidung ketika beroperasi secara independen dapat mempengaruhi kimia tubuh dengan cara yang berbeda. Ketika kedua lubang hidung bekerja secara bersamaan, kimia tubuh juga mengalami perubahan.
Lubang hidung kanan sering diibaratkan sebagai matahari yang memiliki karakter panas. Lubang hidung kanan berfungsi mengeluarkan udara panas dalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan sekresi asam.
Lubang hidung kiri diibaratkan sebagai bulan yang mengeluarkan udara dingin. Menghembuskan udara dari lubang hidung kiri dapat meningkatkan pengeluaran alkali (basa).
Baik lubang hidung kanan dan kiri berhubungan dengan sisi berlawanan dari belahan otak dan lobus penciuman. Hidung berada dalam kontak langsung dengan hipotalamus melalui jalur dengan lobus pencium di otak. Hipotalamus adalah bagian dari sistem limbik, yang terkait dengan emosi dan motivasi.
Lubang hidung melalui proses respirasi dihubungkan dengan respons neuromotor dan dengan sistem saraf otonom. Respons neuromotor ini mempengaruhi belahan otak (hemisphere) dan juga aktivitas kimia otak, yang pada akhirnya mempengaruhi semua fungsi tubuh.
Bernapas melalui lubang hidung kiri mempengaruhi aktivitas kortikal otak di sisi kanan, dan sebaliknya. Belahan otak kanan yang dipengaruhi oleh dominasi lubang hidung sebelah kiri, terkait dengan kemampuan emosional, visual, relaksasi dan kegiatan yang bersifat feminin.
Sedangkan belahan otak kiri, yang dirangsang oleh dominasi lubang hidung kanan, dihubungkan dengan kegiatan verbal, lebih energik dan rasional.
Fungsi masing-masing lubang hidung bisa dirasakan pada saat proses penyembuhan. Contoh masing-masing fungsi lubang hidung antara lain:
Bernapas dominan lubang hidung kanan
• Meredakan sakit kepala
• Dapat membantu menyembuhkan gangguan pencernaan kronis
• Meringankan susah buang air besar (sembelit) dan susah makan
Bernapas dominan lubang hidung kiri
• Dapat meredakan stres
• Mengatasi kesulitan tidur (insomnia). Caranya, berbaring di sisi kanan dan bernapas dengan lubang hidung kiri (menurup lubang hidung kanan) selama 25 sampai 30 menit.
(Sumber: detikhealth.com)

Sabtu, 01 Februari 2014

QUOTES ACADEMY







QUOTES ACADEMY

Awal sebuah Kebahagian berasal dari cara pandang dari dalam diri sendiri.
Ubahlah cara pandang diri kita sendiri,maka kita dapat mengubah dunia kita.
Talenta Sukses Makmur,mulai tahun Kuda Kayu ini akan membuka Kelas baru khusus berhubungan dengan hal tsb diatas.
1 Kelas hanya di isi maks 15 orang saja ( ada pembagian berdasarkan usia )
Materi dlm kelas berupa quotes dan film ( utk film di putar sebulan sekali )
Waktu lbh kurang 2 jam per session
Biaya Pendaftaran : Rp.500.000,- per org ( khusus pendaftaran di bulan ini FREE )
Biaya Investasi per bulan : Rp.150.000,- per org
Dapatkan Pencerahannya melalui Quotes ( Kutipan/Kata Mutiara ) dari Tokoh-Tokoh Dunia baik Dalam maupun Luar Negeri.
Tersedia Hampir 30.000 Quotes ( Koleksi dari Tahun 2004 s/d Sekarang )

Isi Quotes :
·         Inspiration
·         Motivation
·         Wisdom
·         Philosophy
·         Healthy and Wealthy Info
·         Humor and Illusion
·         Love and Happiness
·         Insight and Experience
·         Etc

Source :
·         Albert Einstein
·         Dalai Lama
·         Mother Teressa
·         Steve Jobbs
·         Zig Ziglar
·         Robert T Kiyosaki
·         Michael Jordan
·         Lao Tzu
·         Confusius
·         Richard Branson
·         Warren Buffet
·         Bill Gates
·         JF Kennedy
·         Obama
·         Abdul Kalam
·         Li Ka Shing
·         Carlos Slim
·         Donald Trump
·         John Wooden
·         Master Cheng Yen
·         Anthonny Robbins
·         Andre Wongso
·         Mario Teguh
·         John Lennon
·         Bruce Lee
·         Gandhi
·         Nelson Mandela
·         Oprah Winfrey
·         Steven R Covey
·         Sochiro Honda
·         Walt Disney
·         Ajahn Brahm
·         Elanoor Roosevelt
·         Deepak Chopra
·         Maya Angelou
·         Benjamin Franklin
·         Charlie Chaplin
·         Socrates
·         Plato
·         Abraham Lincoln
·         Nikolai Tesla
·         Will Smith
·         Jackie Chan
·         Gita Wirjawan
·         Al Pacino
·         Sylvester Stallone
·         Arnold Schwarzenegger
·         Muhammad Ali
·         Many More


Utk Registerasi dan Keterangan lebih lanjut,Plz Hubungi :
Talenta Sukses Makmur
Komplek Merbau Mas Blok Ruko No.51 Medan
Telp      : (061)4146673
Flexi     : (061)77410779
Hp         : 085275882047

BB Pin : 234126AB

Sabtu, 18 Januari 2014

3 RUDI DAN 3 PRESTASI



INGINKAH KITA DAN ANAK-ANAK KITA SEPERTI MEREKA BAHAGIA SETIAP HARI DENGAN PEKERJAAN DAN PROFESI YANG MEREKA PILIH.

Mengapa begitu banyak orang yang MALES, JENUH, TERTEKAN jika sudah tiba hari Senin dan harus Kembali bekerja.

Padahal pekerjaan itu adalah KESEHARIAN hidupnya, juga sekaligus menjadi mata pencaharian penopang keluarganya.

Jika sudah seperti ini itu artinya KESEHARIAN HIDUP KITA PENUH DENGAN KETIDAK-BAHAGIAAN.

Tahukah anda mengapa ini semua bisa terjadi ?

Ini semua terjadi karena Sistem sekolah kita tidak membuat anak-anak kita sejak kecil memilih bidang atau profesi yang mereka cintai, hingga kelak jika mereka besar juga memilih bekerja pada profesi dan bidang yang mereka cintai.

Sistem sekolah kita membuat anak harus mencintai semua bidang mata pelajaran dan mewajibkan semua matapelajaran harus bagus baru bisa dibilang sukses di sekolah, rangking, juara dsb. 

Hal ini sungguh sangat bertentangan dengan fitrah anak-anak manusia yang unik, spesifik dan berbeda2, tidak ada manusia yang mencintai semua bidang mata pelajaran, dan tidak pernah ada orang sukses yang punya profesi JURU MASAK, PENATA RAMBUT DAN PEMAIN BADMINTON.

Anak manusia itu diciptakan unik dan spesifik, itulah mengapa ada anak yang sejak kecil sudah menyukai KERETA DAN HANYA KERETA SAJA, ada juga yang menyukai ROBOT dan hanya robot saja, ADA JUGA yang menyukai Mobil saja, Motor saja, Memasak saja, Olah Raga saja, Wayang saja, Pesawat saja bahkan ada juga anak yang sukanya dengan binatang melata, dan hal-hal spesifik unik lainnya.

Ah tapi sayangnya justru anak2 ini di anggap bermasalah di sekolah dan anak yang unik dan spesifik ini justru di paksa untuk melawan panggilan fitrah mereka yang merupakan amanah dari Tuhannya, mereka malah DI PAKSA HARUS menguasai hal-hal yang sama sekali tidak menari mereka dan membuat mereka bosan. Hingga akhirnya setelah besar mereka terpaksa bekerja pada bidang yang tidak menarik hati mereka dan terciptalah kebosanan dan stres setiap awal pekan. 

Saya ingat bagaimana Steven Spielberg di wawancarai wartawan apa komentarnya tentang sekolahnya dulu; dan ia menjawab "satu-satunya yang paling saya sukai dari sekolah saya dulu adalah saat BELL ISTIRAHAT dan BELL PULANG sekolah berbunyi, karena saat itulah saya bisa kembali melakukan kegiatan yang paling saya sukai, yakni membuat film2 melalui Handycam yang dipinjamkan papa pada saya."

Dan beruntunglah Spielberg saat ini menekuni pekerjaan yang membuatnya bahagia setiap hari, hingga ia tidak lagi terganggu oleh hari Senin. 

Hal lain yang membuat ini terjadi adalah TRADISI Nasehat para orang tua yang bernada MATERIALISTIK, hingga anak2 kita akhirnya terprogram jika ditanya cita-cita bisa di pastikan jawabannya adalah PROFESI SEJUTA UMAT; Dokter, Insinyur, Pilot, ...dst. Menjadi Dokter bukan untuk menjadi PENYEMBUH tapi karena INGIN KAYA. Menjadi Pilot bukan karena mencintai dunia penerbangan TAPI KARENA GAJINYA BESAR.

Nah pertanyaannya.... Jika kita hari ini kita merasa tidak bahagia dengan pekerjaaan dan profesi yang kita geluti setiap hari kemudian merasa tertekan setiap kali HARI SENIN tiba. Apakah anak kita juga akan kita arahkan dengan cara yang sama seperti kita dulu di arahkan oleh orang tua kita ?

Jika jawabannya adalah Tidak !!! 
dan pertanyaan berikutnya adalah;
Jadi saya harus bagaimana agar bisa mengarahkan anak saya tidak lagi seperti kami dan apa yang kami alami saat ini ?

Maka saya katakan Anda sungguh Orang Tua yang luar Biasa dan Bijaksana!

MENGAPA DENMARK MENJADI NEGERI PALING MAKMUR DI DUNIA ?

MENGAPA DENMARK MENJADI NEGERI PALING MAKMUR DI DUNIA? 

Suatu hari tanpa sengaja Tuhan, mengarahkan jari-jemari saya melalui google untuk membuka sejarah negara Denmark.

Dari info Wikipidia yang kebetulan saya baca ternyata Denmark adalah negara Paling Nyaman untuk tempat tinggal manusia di dunia, negara dengan pendapatan penduduk paling tinggi di dunia, juga menjadi negara paling makmur didunia paling bersih di dunia hingga mendapat gelar "Negeri Dongeng".

Meskipun kemudian tingkat kenyamanannya tergeser oleh New Zealand. New Zealand menempati urutan pertama negara paling Nyaman untuk tempat tinggal manusia di dunia.

Sebagai seorang pendidik, saya langsung berpikir bahwa mungkin yang menjadi penyebab Denmark dan New Zealand menjadi negara termakmur adalah karena pendidikan mereka yang sangat baik.

Ah... namun ternyata dugaan saya keliru. Orang-orang Denmark justru percaya bahwa penyebab dari negaranya menjadi termakmur, ternyaman dan teraman adalah karena Masyarakatnya Jujur.

Orang Denmark percaya bahwa semua kebaikan yang ada di negaranya berawal dari KEJUJURAN, pada saat seorang jujur maka semua fasilitas umum untuk rakyat akan terbangun dengan baik sebagaimana mestinya sesuai standar mutu yang telah di tetapkan di segala bidang mulai dari Kesehatan, Pendidikan, Kesejahteraan dll.

Masyarakat Denmark percaya bahwa ke jujuran bisa melahirkan segalanya, Mereka percaya bahwa setiap manusia itu pintar, dengan kejujuran maka setiap kepintaran manusia akan menjadi manfaat bagi sesama dan seluruh negeri. Mereka yakin jika setiap aparat pemerintah jujur dan rakyatnya jujur maka sebuah negara bisa menjadi makmur tanpa perlu menjadi yang paling pintar dibidang pendidikan.

Ternyata memang benar, Denmark masuk dalam salah satu negara dengan tingkat korupsi NYARIS NOL, seperti juga di Finlandia dan New Zealand.

Karena kejujuran itulah akhirnya pendidikan di negara ini pun menjadi lebih baik dan sangat maju. Jadi tidak salah jika kita katakan bahwa KETIDAK JUJURAN (mental korup), akan melahirkan bencana berantai dalam sebuah negara.

Mereka begitu yakinnya bahwa Kejujuran adalah awal dari semua kebaikan dan bukannya KEPINTARAN. Dulu saat kami mendirikan sekolah, kira2 10 tahun silam, Kejujuran dan Etika Moral adalah Prioritas utama, sedangkan kepintaran itu kita kembangkan kemudian, karena kami juga yakin bahwa setiap anak terlahir pintar.

Itulah sebabnya di sekolah kami, kami tidak terlalu pusing jika seorang anak belum bisa CALISTUNG saat masuk SD atau bahkan setelah sekolah SD, tapi kami sangat peduli jika sorang anak tidak jujur dan beretika buruk.

Dan setelah membaca artikel ini sepertinya Saya di ingatkan kembali oleh Tuhan, untuk tetap mempertahankan apa yang sudah kami Yakini. Bahwa KARAKTER, PRILAKU dan KEJUJURAN adalah landasan untuk MEMBANGUN INDONESIA YANG KUAT DAN MAKMUR. Dan bukan angka2 akademik yang tertera di buku Raport.

Terimakasih Tuhan, Engkau selalu menguatkan kami untuk selalu tegar pada apa yang kami yakini benar dalam sistem pendidikan anak-anak kami dan sekolah kami.

Mari kita renungkan bersama.

-ayah edy-

Kamis, 19 Desember 2013

7 Tips to Handle our Kids

It is always important to watch your tongue, especially when speaking to your kids. Your words stick to them like glue and are not easily erased. Watch what you say and avoid uttering the following seven things to your child.
Translated and adapted by David Hall from the original article “7 coisas que vocĂȘ nunca deve dizer aos filhos” by Michele Coronetti.

Every parent hopes for the best for their children. Although, occasionally parents are less careful than they should be when it comes to using unkind words.

Over the decades, childraising skills have been examined and reformed. As a result, a slow and sometimes-negative progress has emerged. Controversies have constantly arisen on the subject of how to teach and raise children.

Unfortunately, the vision of child raising tends to change once a parent’s child grows out of her toddler years. Parents often perceive that, had they reacted differently in those moments, they would have felt more successful as a parent.

Here are a few tips:

1. Do not lie. No one likes to convince a child to do something tedious, like taking medicine or studying for a test. Telling them things such as “It won’t hurt,” or other similar lies should not be told to children or teenagers. Remember that you are an example and a model to your children. If you tell lies, they, too, will start to lie.

2. Do not always tell them “yes.” Any responsible man or woman wants what is best for those they care for. Love, however, is not measured in things but rather through limits placed and attention given. However, do not stifle your child’s creativity by abusing the word “no.” Balance and fairness are key.

3. Do not label your children. Just as a sponge sucks up all the water around it, so do children absorb every word you say. He will grow to believe that he really is stupid, obnoxious, fat, ugly or whatever else you tell him. Nobody is perfect.

4. Do not compare. Your child is already trying to acquire only a little of your attention every day. When you compare, using phrases such as, “Your brother is better than you,” “Your friend does this well. Why don’t you?” “Why aren’t you more like Susie, over there?” your children’s egos are damaged. When this happens, low self-esteem and rebellion take root in the souls of just about anyone. This is not only true with children, but teenagers and adults, as well.

5. Do not criticize. As bad as the picture is, albeit an imperfect circle with four or five messy lines jutting out of it, praise their disposition, creativity, incentive and show it to others with pride. Comment on their victories and avoid condemning their study, work, appearance, friends or choices.

6. Do not say things you do not like to hear. This includes swearing, off-color humor, severe scolding, talking bad about others, complaining about everything or anything else that you find downgrading or despicable. There is a saying, “What comes out of your mouth is so loud, that what you say cannot be heard.”

7. Do not place blame. The life of father or mother is not perfect. It, often, leaves us so stressed that we end up passing on the feeling of guilt to our children. If the house is a mess, your child is probably the one responsible and you handle the situation without direct or indirect accusations. Harmony will reign in your home, and your future will be even brighter.

There is an endless amount of things not to be spoken in a home, but there are even more things that should be said. And remember, the most important thing to do, above all is to love your children. With love, the things you say will be naturally more inspiring.