Translate

Kamis, 27 September 2012

Rahasia dibalik Sidik Jari anak


Rahasia dibalik Sidik Jari Anak 


Saat ini masih banyak orang tua yang memaksakan anaknya untuk mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler dengan harapan dapat mengoptimalkan kualitas kecerdasan anak. Namun pada kenyataannya banyak anak yang merasa tertekan dan akhirnya memberontak karena merasa bahwa kegiatan yang harus diikutinya tak sesuai dengan minat, bakat serta karakter sang anak.

Efnie Indrianie SPsi, psikolog anak menjelaskan, bahwa setiap anak merupakan individu unik yang berbeda. Dengan perbedaan itu seorang anak membutuhkan stimulasi yang tepat yang sesuai dengan potensi bakat, karakter dan daya belajar anak. Dengan perlakuan stimulasi yang berbeda seorang anak akan dapat menyerap, mengolah informasi dan mengembangkan potensinya secara optimal. “Diharapkan dengan mengenali bakat, karakter dan gaya belajar anak sejak dini, akan lebih mudah bagi orang tua untuk memberikan stimulasi dan pengarahan yang tepat dalam mengoptimalkan kecerdasaan anak.” Ujar Efnie

Atas dasar kurangnya pemahaman orang tua terhadap cara menstimulasi yang tepat, Frisian Flag Indonesia mencoba membantu para orang tua dengan memperkenalkan metode analisa sidik jari (Fingerprint analysis) melalui kampanye  Analisa Sidik Jari Cerdas Frisian Flag.  Analisa sidik jari ini merupakan alat yang dapat membantu para orang tua untuk mengetahui potensi anak sejak dini, sehingga orang tua dapat memberikan stimulasi yang sesuai untuk tumbuh kembang serta minat anak dengan optimal.

Para ahli di bidang ilmu dermatoglyphics (ilmu yang mempelajari pola sidik jari) dan kalangan neuro-anatomi (kedokteraan-anatomi tubuh) telah menemukan fakta penelitian bahwa pola sidik jari bersifat genetis dan telah muncul ketika janin dalam kandungan berusia 13 hingga 24 minggu. Pola guratan-guratan kulit pada sidik jari ternyata memiliki keterkaitan dengan sistem hormon pertumbuhan sel pada otak. Karena itulah, sangat wajar bila ternyata bukti ilmiah menyebutkan adanya korelasi lahiriah antara sidik jari dengan kualitas, bakat, dan gaya belajar seseorang.

Analisa Sidik Jari (Fingerprint analysis) merupakan sebuah metode pengukuran dengan pemindaian (scanning) sidik jari anak untuk mengetahui gaya bekerja otak yang paling dominan dalam kaitannya dengan potensi bakat, motivasi, karakter dan gaya belajar anak. Analisa Sidik Jari (Fingerprint analysis) didasari oleh penelitian dan metode yang ilmiah yang bersifat analisis deskriptif atau perkiraan potensi bakat yang dimiliki seseorang dan pengembangannya di masa mendatang.

Namun demikian, metode ini bukanlah sebuah alat yang dapat memvonis cerdas tidaknya seorang anak. Metode Fingerprint analysis hanyalah metode pembantu agar stimulasi yang diberikan oleh para orang tua menjadi lebih efisien, terarah dan tepat sasaran seuai dengan potensi serta karakter anak.

Sementara untuk pencapaian hasil kemapuan seorang anak ditentukan oleh kerja keras dan usaha yang dilakukan, singkatnya sebagus apapun bakat dan karakter yang dimiliki anak kita, akan menjadi percuma jika kemapuan tersebut tidak diasah dan dikembangkan. “Berbekal hasil analisis ini, para orangtua dapat memberikan semangat dan motivasi yang tepat kepada anak untuk belajar dan menyerap serta mengolah informasi secara optimal,” jelas Davy Djohan, Marketing Manager Frisian Flag Indonesia.

Seminar Analisa Sidik Jari di Jaktim


 Berita Jakarta Timur

IWAPI Jaktim Gelar Seminar Analisa Potensi Diri Lewat Sidik Jari

29 Maret 2010 - Kominfomas JT | Kesra

Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Cabang Jakarta Timur, mengadakan  Seminar Analisa Potensi Diri Lewat Sidik Jari atau Finger Print. Kegiatan yang dibuka Wakil Walikota Jakarta Timur Drs. H. Asep Syarifudin, M.Si, digelar di Ruang Serba Guna, Kantor Walikota Jakarta Timur, Sabtu (27/3).

Wakil Walikota mengatakan, seminar analisa potensi diri lewat sidik jari ini atau finger print yang dilakukan IWAPI ini sangat menarik. Pasalnya, melalui finger print ini dapat diketahui talenta atau potensi seseorang hanya dengan melakukan scan pada 10 sidik jari yang ada di tangan.

“Melalui Finger Print, seseorang dapat mengetahui talenta dan pontensi yang ada pada dirinya dan diharapkan dapat meningkatkan potensi yang ada pada setiap diri seseorang,” ujarnya.

Asep mengatakan, Finger Print ini tidak ada hubungannya dengan sidik jari, tetapi lebih melihat talenta seseorang. Alat Finger Print tersebut bisa menganalisa melalui titik-titik jari, dari seluruh titik yang ada di jari bisa dilihat talentanya dan melihat bakat orang tersebut.

Menurutnya, seminar Finger Print tersebut sangat penting untuk diikuti karena didalamnya bermuatan materi-materi yang sangat menarik. Lewat Finger Print juga dapat membantu para pengusaha wanita terutama dalam rangka meningkatkan potensi diri mereka.

“Sudah banyak yang kita lihat dari peran pengusaha tersebut dalam pembangunan ekonomi nasional yang dapat dilihat dari kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja, mengurangi jumlah pengangguran, sumbangan terhadap penambahan devisa negara, dan sekarang ini kita lihat para wanita pengusa menampilkan produknya yang disebut Finger Print dimana bisa menganalisa potensi dan talenta seseorang lewat sidik jari,” paparnya.

Ketua IWAPI Cabang Jakarta Timur, Supartiwi, mengatakan, kegitan penyelenggaraannya bekerja sama  dengan Talents Spectrum ini merupakan bentuk kepedulian IWAPI terhadap generasi muda. “Mereka diharapkan dapat mengetahui talenta dan bisa mengoptimalisasi potensi dirinya agar dapat menghasilkan karya terbaik untuk memajukan Bangsa Indonesia,” ujarnya.
Ketua IWAPI Provinsi DKI Jakarta, Gloria Imam Supardi, mengatakan, Finger Print merupakan produk dalam negeri yang memang dibuat untuk melawan produk dari luar. “Kalau bukan kita sendiri yang membuat produk dan memakai produk sendiri siapa lagi yang akan menggunakannya,” ujarnya.

Gloria mengatakan, cara mengetahui talenta seseorang melalui sidik jari dengan menggunakan Finger Print tersebut dilakukan dengan melihat hasil scan pada 10 sidik jari tangan kanan dan tangan kiri. “Seperti kita ketahui pembentukan pola sidik jari ini dipengaruhi oleh kerja sistem syaraf kebagian otak, dalam pola pola sidik jari yang bersifat permanent ini terekam kerja sistem neuron fungsi fungsi bagian otak,” ujarnya.

Pengidentifikasian, pengklasifikasian dan penghitungan garis-garis epidermal, tambah Gloria, diharapkan akan memberikan interprestasi psikologi mengenai motivasi, kepribadian, dan bakat seseorang yang bersifat genetik. 

Minggu, 23 September 2012

Etos Pengusaha Muda


Etos Pengusaha Muda


Oleh: Christovita Wiloto
CEO & Managing Partner Wiloto Corp. Asia Pacific

Indonesia William Henry Gates III, nama itu mungkin agak asing bagi kita. Tapi coba sebut, Bill Gates, Anda pasti maklum. Dia lah pendiri Microsoft (bersama Paul Allen), dan kini tercatat sebagai orang paling kaya di dunia versi Majalah Forbes. Tahun lalu, majalah itu menyebut kekayaan Bill Gates mencapai US$46,5 triliun! Itu, sudah terpangkas separuh dari total asetnya pada 1999, yang mencapai US$90 triliun. Di bawah kendali Gates, Microsoft tumbuh sebagai raksasa software dunia. Mempekerjakan tak kurang dari 55.000 karyawan di 85 negara, pada semester I 2004, Microsoft mampu menuai pendapatan hampir US$37 miliar. Gates juga terus memperbarui teknologi Microsoft, agar semakin efektif dan ramah bagi setiap pengguna komputer.

Lahir di Seattle, pada 28 Oktober 1955, Gates sudah terpikat pada bidang peranti lunak pada usia yang sangat muda. Dia bahkan mulai membuat program komputer saat usianya belum genap 14 tahun, dan menciptakan bahasa BASIC pada 1973, ketika masih kuliah di Harvard University.

Lalu, sebut pula nama Steven Paul Jobs. Jobs juga tercatat sebagai pemain utama di industri komputer. Bersama karibnya, Steve Wozniak, Jobs dikenal sebagai pendiri Apple Computer Co. Jobs membidani kelahiran Apple dari garasi rumahnya yang sederhana, dan resmi mengibarkan bendera Apple pada 1976. Belakangan, sekitar 1986, Jobs-yang sangat dikagumi karena keahliannya meyakinkan orang dan kemampuannya sebagai salesman unggul-merambah industri animasi. Bersama Edwin Catmull, dia mendirikan Pixar, sebuah studio animasi komputer di Emeryville, California. Karena kepemimpinannya di Pixar, dan kemapanannya di Apple, Jobs dinilai banyak pengamat industri hiburan, sebagai salah satu calon pengganti Michael Eisner, pemimpin Walt Disney Company, yang mendistribusikan dan mendanai film buatan Pixar.

Paradigma baru Kisah sukses Bill Gates dan Steve Jobs, barangkali telah menjadi klasik. Cerita mereka memulai usaha, kerap dijadikan contoh, betapa sebuah obsesi bisa membawa seseorang ke puncak ketenaran-baik karena kualitas karyanya maupun kekayaannya. Betapa sebuah ide orisinal yang mungkin awalnya tak diperhitungkan, ditambah dengan tekad yang membara, kelak terbukti mampu mengubah dunia.

Setelah era konglomerasi di Indonesia 'rontok', sebenarnya kini saatnya bagi para generasi muda untuk berani tampil menjadi para pengusaha muda yang tangguh. Indonesia membutuhkan banyak sekali para pengusaha muda dengan etos kerja yang positif, smart dan profesional. Dan ini merupakan hal yang mutlak! Semangat dan etos seperti di ataslah yang seharusnya ditiru para pengusaha muda kita agar eksis di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Pengusaha muda kita perlu membekali diri dengan kreativitas dan tekad untuk selalu menciptakan nilai tambah dari produk atau usahanya. Sehingga, nilai tambah itu nantinya dapat memberi manfaat bagi industri yang digelutinya-menambah devisa negara, mendongkrak penerimaan pajak, menciptakan lapangan kerja baru dan memberi layanan publik secara optimal, juga mengibarkan Merah Putih di tengah dunia.

Pengusaha muda seperti itu di Indonesia, sebenarnya cukup banyak. Tapi mereka lebih kerap memilih "diam dalam bekerja"-bahkan, cenderung menjauhi publikasi. Orang kemudian, baru mengenal mereka dari karya-karya dan hasil kerjanya yang spektakuler.

Sayangnya, di Indonesia, pengusaha yang kerap muncul, adalah mereka yang sejatinya adalah politikus. Atau pengusaha petualang. Yang biasanya memanfaatkan statusnya sebagai pengusaha untuk meraih karier politik. Misalnya, menggalang dana masyarakat sebanyak-banyaknya, baik dari pasar modal atau pinjaman bank, lalu mencoba menelikung hukum untuk mengemplang kewajibannya. Stop praktik seperti itu! Dan mulai dengan hal-hal yang profesional dan etis!

Coba kita bayangkan jika para eksekutif muda di berbagai lini korporasi di Indonesia berani mengambil keputusan untuk menjadi pengusaha muda. Pasti ekonomi Indonesia akan semakin semarak dengan berbagai bisnis yang bergairah, juga dengan penemuan-penemuan yang luar biasa! Coba juga kita bayangkan jika setiap setiap mahasiswa, membuat inkubator bisnis di masa akhir kuliahnya. Pasti Apple-apple baru akan bermunculan di Indonesia. Mengapa tidak dari sekarang mengubah paradigma? Menjadi pengusaha muda yang profesional?

Young Super Entrepreneur


Pengusaha Muda dibawah 35 th ala Warta Ekonomi


Beragam bidang menjadi lahan para pengusaha muda untuk meretas jalan di dunia bisnis. Mulai dari bisnis kafe, restoran, butik, production house, perkapalan, bahkan hingga penerbangan. Memang tak mudah menjalankan bisnis di usia muda, mempertahankan, dan bahkan meraup untung. Ide, agresivitas, inovasi, dan keuletan tampaknya menjadi kunci sukses mereka. Berikut profil 30 pengusaha muda di bawah 35 tahun yang mampu bertahan, dan bahkan menuai untung dalam berbisnis.

1. Adam Adhitya Suherman, 23, presdir PT Adam AirlinesKedua orang tuanya yang pengusaha memicu Adam untuk juga terjun ke dunia usaha. Ia mulai berbisnis pada 2003, dan dengan berani memilih bidang penerbangan sebagai bisnis intinya. Apa pertimbangannya? Rupanya Adam mengandalkan konsep boutique airlines, yakni memberikan layanan berkualitas tinggi tetapi dengan harga yang relatif murah perusahaannya bakal terus melaju. "Kepuasan pelanggan menjadi penekanan kami. Faktor inilah yang mempengaruhi keberhasilan bisnis kami," ungkap Adam.

Selain layanan, Adam juga mencoba menawarkan inovasi yang dianggapnya berbeda dengan para pesaingnya. Di antaranya, warna pesawat-pesawatnya yang terkesan lebih "terang" dan fresh, membangun sistem reservasi online dengan nama Adam Sky Net, dan program-program yang dirancang khusus untuk penumpang, termasuk ketika penumpang berada di dalam pesawat. Lewat konsep dan inovasi yang dikembangkannya itu, Adam menargetkan perusahaannya mampu menerbangkan 25 pesawat untuk tahun ini.

2. Andreas Thamrin, 27, pemilik Games Market dan operations manager Digitone Pty. Ltd.Putra sulung pengelola Global Teleshop, Hermes Thamrin, ini makin mengokohkan dirinya sebagai pengusaha muda di bidang entertainment software, khususnya games yang ia jual lewat internet.

Belakangan bisnisnya makin berkembang lewat penjualan ritel ponsel 3G. Mengaku memperoleh keuntungan besar dari bisnis yang dijalankannya di Australia, Andreas berencana melebarkan sayap usahanya ke Selandia Baru.

3. Arini Subianto, 34, pemilik PT Panaksara PustakaBermula dari hobi menata perabot dan aksesori rumah, Arini mengembangkannya menjadi sebuah bisnis yang cukup menggiurkan di tahun 1988. Bisnisnya makin besar ketika jebolan Fashion Design Parsons School of Design, New York, ini memutuskan untuk membuka usaha toko buku yang ia padukan dengan bisnis lamanya.

4. Beno Pranata, 31, presdir PT Mitra Karya PerkasaSebelum memutuskan menekuni bisnis layan antar, Beno melakukan survei terlebih dahulu dan menggodok konsep bisnisnya selama empat bulan. Dengan modal awal Rp350 juta hasil saweran dengan tiga orang rekannya, pada November 2002 Beno resmi menjalankan usahanya. Di bawah bendera "PesanDelivery", kini Beno berhasil merangkul 112 resto yang rutin menjadi pelanggan jasa layan antarnya.

5. Chatalia, 27, managing director PT Famili Kekal AbadiUsia muda tak menghalangi Chatalia untuk menemukan ide-ide kreatif di bisnis persepatuan. Konsep self service alias "ambil sendiri sepatumu" yang ia terapkan di tokonya terbukti mendapat respons positif dari konsumen. Ditambah dukungan dari sang ayah, Lie Hok San, yang sudah menekuni industri persepatuan sejak 1970-an, Chatalia bermaksud melakukan ekspansi bisnisnya hingga ke Yogyakarta dan Bali.

6. Dewi Safitri Wahab, 27, pemilik Mangkok PutihSelalu siap jatuh bangun, menjadi prinsip Dewi dalam menjalankan usaha. Itu pula yang menjadikan peraih gelar MBA dari Johnson & Walles University Rhode Island, AS, ini berani mendirikan perusahaan sendiri pada 2001. Sesuai dengan latar belakang pendidikan S1-nya di bidang perhotelan, kebanyakan usaha yang ia rintis merupakan bisnis food and beverage. Di antaranya, Mangkok Putih Noodle, Eatz Diners, dan Cita Rasa Catering.

7. Dian Purba, 31, pemilik PT Citra AmbrosiaSebelum mendirikan usaha sendiri, Dian pernah melakoni pekerjaan di beberapa perusahaan, seperti Pricewaterhouse Coopers dan Unilever. Baru pada 1997, anak seorang dokter spesialis mata ini memulai debutnya sebagai pengusaha muda di bidang restoran. Sukses di bisnis ini, ia mulai menjajaki bisnis lain dengan mendirikan sebuah butik di bawah pengelolaan PT Trimitra Adibusana.

8. Eko Hendro Purnomo, 34, dirut PT E Titik Tiga Komando"Bagi saya, pengusaha muda itu identik dengan agresif," ungkap Eko. Maka tak heran jika ia menjadikan kesulitan justru sebagai sebuah kesempatan untuk terus maju. Agresivitas itu pula yang membuat Eko kini berhasil mengembangkan tiga perusahaan yang masing-masing bergerak di bisnis rumah produksi, printing & advertising, event organizer, serta restoran dan katering. Untuk memperbesar bisnisnya, Eko menargetkan akan menambah perusahaannya, termasuk penambahan program-program siaran baru. Meski secara kuantitas Eko berharap bisnisnya terus bertambah, ia juga mengaku sangat peduli akan sisi kualitas.

9. Estelita Hidayat, 33, presdir PT BIDS dan Voxa IntegraLangkahnya di dunia bisnis dimulai pada 1995, saat ia mendirikan Voxa Advertising. Bisnisnya di dunia advertising makin berkembang kala pada 2001 ia menambah perusahaannya dengan bendera Innovoxa. Ketika itu investasi awal yang ia keluarkan mencapai Rp200 juta. Dengan berpegang teguh pada prinsip "keep innovating", Estelita bertekad terus mengembangkan usahanya tidak hanya pada skala lokal, tetapi juga nasional. Kini omzet perusahaannya rata-rata mencapai Rp5-10 miliar per tahun.

10. Ferry Agus Wibowo, 30, pemilik PT Tiga Saudara GroupPengusaha muda asal Yogyakarta ini bisa dibilang berbakat menangani bisnis properti. Buktinya, lewat perusahaan yang dirintisnya pada 1999, ia berhasil menjadikan TSG sebagai tiga besar di bisnis properti di Yogyakarta. Salah satu kunci suksesnya adalah jeli dalam berpromosi.

11. Fredella Nugroho, 28, pemilik PT Cilantro InternationalDengan latar belakang pendidikan di bidang perhotelan, tampaknya Fredella cocok menekuni bisnis resto yang mulai ia garap pada 2003. Lewat restoran Cilantro yang berkonsep Asia Bistro & Lounge ini, Fredella membidik konsumen kelas atas.

12. Jenifer J.A. Supit, 34, direktur pengelola PT Horizon Jet Support ClubKegemaran Jenifer pada laut dan olahraga air membuatnya tertarik untuk mengembangkan bisnis tersebut. Bersama tiga rekannya, ia mendirikan HJSC yang memfasilitasi berbagai jenis olahraga air, seperti jet ski.

13. Kanaya Tabitha, 33, pemilik rumah mode KanayaNamanya di dunia mode Tanah Air sudah tak asing lagi. Ia bahkan dikenal sebagai salah satu perancang busana termahal di Indonesia. Bisnisnya di bidang fashion , yang beromzet rata-rata Rp4 miliar per tahun, makin berkibar ketika Kanaya memproduksi busana berlabel namanya sendiri.

14. Kunang Andries, 30, direktur PT Fir'fli Illuminati IndonesiaBerasal dari keluarga pengusaha jewelry, membuatnya terbiasa untuk menekuni bisnis sendiri. Kunang juga mengaku mendapatkan kebebasan untuk berkarya jika memiliki bisnis sendiri. Lewat Fir'fli, perusahaan jewelry miliknya, ia menawarkan perhiasan yang hanya terbuat dari materi-materi yang terbaik.

Jika kebanyakan pengusaha muda cenderung berlaku agresif dalam mengembangkan bisnisnya, Kunang malah terkesan hati-hati. "Saya akan mempertahankan satu butik yang hanya melayani klien-klien tertentu saja, seperti yang ada sekarang," ujarnya.

15. Luciana Budiman, 29, pemilik Yakunkaya ToastindoIa mulai mengembangkan bisnis kedai kopi tradisional asal Singapura ini sejak 2003. Bisnisnya kini makin berkembang dengan penambahan dua gerai Yakunkaya yang berlokasi di Mal Kelapa Gading dan Plaza Semanggi, serta tiga gerai, yang salah satunya berlokasi di Medan, Sumatra Utara.

16. Maria Reviani Hidayat, 30, pemilik Flame Wine & Grill CafeSetamat kuliahnya di bidang industrial engineering dari Universitas Washington, AS, Maria sempat membantu sang ayah bekerja sebagai konsultan engineering. Tak berapa lama, ia hijrah ke Jakarta dan mendirikan bisnis makanan. Dalam berbisnis, putri pengusaha jamu Sido Muncul, Irwan Hidayat, ini tak mau ngoyo. Prinsipnya, menjalani saja apa yang ada di hadapan.

17. Oscar Lawalata, 28, pemilik rumah mode PT OscaroscarTak berapa lama setelah ia lulus dari sekolah mode Esmod di tahun 1998, pengusaha muda yang juga populer sebagai desainer ini langsung mengadakan show pertamanya. Terhitung sejak mengawali kariernya, kini ia telah mengadakan fashion show lebih dari 100 kali dan menangani 500-an klien, baik secara individu maupun institusi.

18. Naomi Susan, 30, direktur PT Natural Semesta dan PT Ovis SendnSaveMemulai usaha pada usia 22 tahun membuat Naomi tak canggung lagi untuk melakoni berbagai bidang bisnis, mulai dari bisnis internet, toko baju, carter pesawat, hingga salon dan kafe. Meski pernah gagal, Naomi tak mau berhenti berekspansi. "Bisnis itu seperti judi. Ada saatnya menang, ada saatnya kalah," katanya.

19. Rae Sita Massie, 34, pemilik PT FergacoIa memulai bisnis penyediaan jasa ke perusahaan minyak di tahun 2000. Meski tak memiliki pengalaman di bisnis tersebut, Rae tertantang untuk terus menekuninya. Beberapa perusahaan minyak lokal maupun asing, seperti Schlumberger, Pertamina, Medco, dan Exspan, kini menjadi kliennya. Seiring makin bertambahnya klien, perusahaan miliknya pun berhasil menuai profit.

20. Reza Budisurya, 33, pemilik Manna Lounge dan ScoreBerawal dari kegemarannya jalan-jalan dan melihat konsep berbagai tempat hang out anak muda, Reza

Part II


105 Business Ideas part 2

idea: underwear with pockets


By Ryan P Allis, The Young Entrepreneurship, Part 2

65. Make a ski board rotating wardrobe at ski resorts.
66. flavored straws
67. A grocery store that also had a fitness center
68. a diagonal load dishwasher
69. sushi restaurant
70. Candyland theme park chain
71. web design/advertising company
72. per month CD online company
73. educational software for the visually impaired
74. bringing broadband internet access into developing countries
75. Sonar for blind people
76. voice/data equipment for hospitals
77. drink machine that talks to you.
78. a teddy bear with sensors and small computer inside that would talk to infants/toddlers and encourage good behavior or tell them a bed-time story
79. an online store where you could customize clothing and then have it shipped to you
80. new internet service provider
81. college/cheerleader calendars
82. college/male athlete calendars
83. voice-activated radio/TV
84. voice activated hourse
85. remote control finder
86. voice activated keys
87. hydrogen powered cars
88. easy wrinkle remover
89. never-ending bottle of soda
90. underwear with pockets
91. new clothing line
92. donut store
93. shoe pockets
94. wireless TV headseats
95. haircoloring shampoo
96. desks with build in computers
97. an educational software company that made console games for kids that were actually fun to play
98. New brand of cola
99. Monorail company
100. triangular and circular houses
101. interchangeable shoes
102. internet café
103. pens that never from out of ink
104. new type of fuel
105. hovercars
Now that your creative juices are flowing, I encourage to learn how to evaluate business ideas in ‘How to Evaluate Business Ideas and Opportunities."

105 Business Ideas part I


105 Business Ideas part 1

idea: underwater restaurant


By Ryan P Allis, The Young Entrepreneurship

Below is a listing of one hundred and five business ideas thought of by middle and high school students. Hopefully this listing will illustrate the principle that business ideas are a dime a dozen and it is always the execution that counts. I encourage you to read "It’s not the Idea, It’s the Execution" after finishing this article as well as "How to Evaluate Business Ideas and Opportunities."

The following ideas were brainstormed by fourteen high school students in a 90 minute period on July 20, 2003.

1. underwater restaurant
2. spa franchise
3. foldable hammock for car trunks
4. high quality light fixtures
5. health bar chain
6. comfy, damage-free ear phones
7. chair with popcorn holder, tray, built-in radio, massager
8. self-cleaning microwave
9. security software to protect against hackers and credit card scams
10. wholesale store without membership card
11. aerobic center for teenagers
12. chair store w/ imported European chocolate
13. restaurants for dogs and cats
14. oxygen tanks so dogs and cats can go diving
15. computer animation company
16. real estate company
17. cosmetics/hair care company
18. bowling alley in Cartagena, Columbia
19. Store that makes custom clothes
20. electronic translator that you put in your ear
21. fashion design company for new designers that need a start
22. iron rod production
23. selling traditional jewelry
24. brail screen that reads computer and translates the text on a computer into 3D brail that the blind could read
25. lumber company
26. text books on computers
27. automatic dog food dispenser
28. remote control lawnmower
29. washer-dryer all in one combo
30. color eye drops
31. mechanical spiders
32. MP3 player watch
33. watch that automatically knows what time zone it’s in
34. butt-wiping toilets
35. better toothpaste
36. virus protection
37. toothbrush with toothpaste in it
38. video phone
39. logo changing shirt
40. solar color changing shirt
41. solar powered sports cars
42. color changing nail polish
43. TV on cell phones
44. personal soda dispenser
45. voice-controlled air conditioning system
46. resort
47. color changing hair bow
48. voice activated elevators
49. phone/tv/radio in a shower
50. sponges with built in soap
51. self-moving furniture
52. multi-colored markets
53. reversible backpacks
54. student tracker system
55. remote to control of your appliances
56. sneakers with comfortable insides
57. auto food/water dispenser for animals for when family is away for a few days
58. vacuum with perfume in it
59. trash can with perfume in it
60. real-looking pony tail that hooks in your hair
61. 3 in 1 paint color can
62. refrigerator that has an alarm for bad food
63. cat food dispenser
64. boats that give a smooth ride


go to part 2

10 Prinsip Bisnis


10 Prinsip Bisnis Dengan Hati Nurani



Anda ingin menjadi pengusaha sukses ? Sekarang ini banyak orang yang menginginkan menjadi pengusaha sukses. Kalau dulu menjadi pegawai negeri, menjadi pegawai kantoran dianggap golongan priyayi, sedangkan menjadi pedagang masih dianggap kaum kelas dua, sekarang ini situasinya sudah berubah.

Menjadi pedagang atau pengusaha bukan lagi dianggap sebagai kaum kelas dua, namun sudah menjadi tujuan utama banyak manusia sekarang ini. Maka dewasa ini buku-buku tentang entrepreurship, seminar kewirausahaan, training motivasi entrepeneurship semakin menjamur dan diminiati oleh banyak orang.

Meskipun demikian, perlu dipahami bahwa menjalankan usaha sebenarnya bukan sekedar mengejar profit atau keuntungan pribadi semata. Ada makna ibadah yang nilainya lebih tinggi dari sekedar mendapatkan keuntungan berupa uang belaka. Kalau orang menjalankan usaha hanya berorientasi pada keuntungan materi sebesar-besarnya sebagai tujuan utamanya, maka kalaupun usahanya berhasil, belum tentu menjadi berkah bagi dirinya. belum tentu menjadikan kebahagiaan sejati bagi dirinya.

Lalu bagaimana menjalankan bisnis yang dapat menjadi ibadah dan membawa berkah bagi kehidupan kita ?. Jalankanlah usaha atau bisnis berdasarkan hati nurani. Bagaimana prinsip menjalankan usaha berdasarkan hati nurani ? Berikut ini 10 prinsip bisnis yang perlu menjadi pertimbangan dalam mengembangkan usaha Anda :

1. Kawan adalah aset berharga.
Tidak ada usaha yang tidak berhubungan dengan orang lain. Dalam membina hubungan dengan orang lain, letakkanlah nilai persahabatan, nilai pertemanan yang jauh lebih berharga dibandingkan sekedar meraih keuntungan uang. Dengan menempatkan kawan sebagai aset berharga, maka kita akan menghargai komitmen dan kerjasama dengan siapapun.

2. Kepercayaan adalah modal jangka panjang.
Modal dalam usaha itu dapat dibadi kedalam modal tangible dan modal intangible. Uang, gedung, peralatan, mesin adalah contoh modal tangible. Namun ada modal yang intangible yang jauh lebih berharga untuk usaha jangka panjang kita yakni membina kepercayaan. Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun sebuah kepercayaan dan hanya sekian detik saja untuk menghancurkannya. Maka berusahalah membina kepercayaan baik kepada siapapun.

3. Menjual dengan harga lebih tinggi dari pembelian, bukan harga tertinggi.Maknanya adalah berbisnis bukan sekedar mengejar keuntungan dengan membeli serendah-rendahnya, kemudian menjual dengan harga tertinggi. Namun berbisnis dan berusaha adalah bagaimana dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi orang lain sebesar-besarnya, tanpa mengabaikan kelayakan usaha. Nilai kebahagiaan dan keberhasilan usahanya bukan pada berapa besarnya keuntungan materi, tetapi berapa banyak manfaat yang diberikan.

4. Mendengarkan kata hati.Dalam melakukan tindakan, mengambil keputusan, belajarlah memisahkan antara pikiran yang dikuasai oleh emosi, ego pribadi, nafsu duniawi dengan pikiran yang dikendalikan hati. Gunakan ketajaman mata hati untuk dapat mengambil keputusan berdasarkan kata hati bukan berdasarkan emosi atau nafsu duniawi. Karena sesunggunya mendengarkan kata hati merupakan usaha mengenal sifat-sifat kemuliaan Allah yang sudah "built in" dalam hati kita.

5. Bekerja dengan hati.

Mereka yang bekerja dengan hati bukanlah orang yang bersikap baik kepada Anda, namun bersikap kasar terhadap bawahan, pekerja, atau pelayan. Sesungguhnya orang seperti ini bukanlah orang baik yang bekerja dengan hatinya. Karena mereka yang bekerja dengan hati akan selalu bersikap baik kepada siapapun.

6. Kekayaan bukan dinilai dari uang yang dimiliki.
Menjadi kaya bukan sekedar berhubungan dengan memiliki banyak uang. Namun kekayaan yang utama adalah seberapa besar uang yang kita dapatkan dapat digunakan untuk menolong orang lain, untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

7. Berorientasi pada manfaat sebesar-besarnya.
Berbisnis bukan sekedar berorientasi pada profit atau keuntungan materi sebesar-besarnya, tetapi memperoleh keuntungan untuk memberikan manfaat bagi orang lain sebanyak-banyaknya. Karena berbisnis adalah ibadah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa nantinya dan kepada sesama manusia lainnya.

8. Fokus pada apa yang diperoleh bukan yang hilang.
Jangan pikirkan kesempatan, peluang atau kegagalan yang sudah lewat atau sudah hilang dari kita. Kalau And akalah tender sebuah proyek, padahal hitung-hitungannya untungnya akan besar sekali, jangan dirisaukan lagi. Hal ini dapat membuat Anda stress, atau berlaku tidak bijaksana. Fokuslah memikirkan pada apa yang Anda peroleh saat ini. Biarkan kesempatan yang hilang berlalu dari Anda, karena akan ada kesempatan baru kalau kita dapat mensyukuri apa yang dimiliki saat ini.

9. Gagal hanyalah sebuah proses.
Gagal bukanlah akhir dari segalanya, tetapi bagian dari proses untuk menghasilkan rencana-rencana baru. Bagian dari proses menuju kesempatan-kesempatan baru, sepanjang kita mau memperbaiki rencana baru. Namun kalau anda gagal merencanakan sesuatu, berarti Anda telah berencana untuk gagal.

10. Akui Kesalahan Dengan rendah Hati.
Kesahalan-kesalahan dalam mengambil keputusan dalam menjalankan usaha bisa saja terjadi. Ketika Anda menyadari bahwa itu suatu kesalahan keputusan yang Anda ambil, dan merasa bahwa partner Anda atau karyawan Anda yang benar, maka akui dengan rendah hati. Segera lakukan evaluasi untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi.