Translate

Rabu, 22 Agustus 2012

Normal di Autiskan


Ada beberapa orang tua yang tidak mengetahui anaknya. Ketika dia mulai masuk sekolah (play group) dan anak mempunyai daya gerak yang tinggi , membuat sang guru risau sehingga menggolongkan anak ini ke dalam anak authis. Orang tua mulai kuatir dan memeriksakan anaknya ke phisikiater. Anak tersebut tetap divonis authis. Lalu dibawa lagi ke seorang dokter dan diberi obat penenang untuk anak tersebut. Akhir kata anak tersebut dimasukkan ke sekolah authis.
Melihat permasalahan diatas sungguh kasihan anak ini, setelah diperiksa melalui sidik jari , kita melihat anak ini sebenarnya bukan authis. Anak ini termasuk anak yang mempunyai fungsi otak yang sangat pandai dan fungsi otak gerak yang sangat tinggi tapi masa depannya telah hancur ketika orang memvonis dia sebagai seorang authis. Dia merasa teman sekelilingnya (authis) adalah lingkungan yang benar dan membentuk dia menjadi seorang authis.
Sungguh sangat tragis cerita diatas, kasus ini seringkali muncul ketika orang tua baru memeriksakan anaknya secara sidik jari baru diketahui bahwa anak mereka sebenarnya adalah normal tapi telah lama mendapatkan vonis authis. Ketika orang tua itu mengetahui anaknya tidak authis , mereka menangis karena telah beberapa tahun mereka kehilangan kebahagiaan bersama dengan anak mereka.
INILAH KENYATAAN BILA ORANG TUA TIDAK MENGETAHUI ANAKNYA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar