Translate

Rabu, 21 November 2012

FUNGSI OTAK MENURUN DI USIA 45 TAHUN


Fungsi Otak Bisa Turun pada Usia 45 Tahun





TEMPO.CO Jakarta -Penelitian terbaru mengenai otak manusia meramaikan perdebatan mengenai kapan mulai terjadinya penurunan kognitif pada manusia. Penelitian tersebut dilakukan oleh para peneliti University College London, Inggris. Hasilnya, fungsi otak manusia memburuk pada awal usia 45 tahun. Sontak hasil penelitian tersebut menjadi bahan pembicaraan dari kalangan ahli otak. Pasalnya hasil penelitian terbaru, yang menyebut kemungkinan itu bisa terjadi pada usia paruh baya, sangat jauh berbeda dengan hasil kesimpulan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian yang lalu menyebutkan penurunan kemampuan kognitif manusia tak dimulai sebelum usia 60 tahun.

Komunitas Alzheimer menyebut penelitian tersebut penting untuk mengetahui bagaimana perubahan pada otak dapat membantu diagnosis demensia. Walau demikian, Dr. Anne Corbett, manajer penelitian di Komunitas Alzheimer, menganggap penelitian itu tetap meninggalkan sejumlah pertanyaan tak terjawab.

"Penelitian ini tidak mengatakan kepada kami apakah orang-orang yang mengalami penurunan fungsi otak juga terus mengembangkan demensia, atau bagaimana dokter mudah mendeteksi perubahan awalnya," kata Corbett seperti dikutip BBC News.

Menurut Corbett, peneliti perlu membuat penelitian lanjutan untuk memahami secara penuh bagaimana perubahan terukur dalam otak membantu para peneliti dan dokter memperbaiki diagnosis demensia.

Para peneliti dari University College London, Inggris, menyatakan fungsi otak manusia memburuk pada awal usia 45 tahun. Penelitian yang dipublikasikan dalam British Medical Journal menyebutkan penurunan penalaran mental sebesar 3,6 persen pada wanita dan pria pada usia 45-49 tahun. Para peneliti menguji kemampuan memori, kosa kata, dan pemahaman dari 7.000 pria dan wanita berusia 45-70 tahun lebih selama sepuluh tahun.

Para peneliti mengatakan temuan ini penting karena perawatan demensia--penurunan fungsi otak yang disebabkan kelainan pada otak--lebih mungkin dilakukan saat penderita mulai mengalami gangguan mental. Mereka menguji fungsi kognitif dari 5.198 pria dan 2.192 wanita berusia 45 sampai 70, selama sepuluh tahun dari tahun 1997. Seluruh responden adalah pegawai sipil Inggris.

Kepala penelitian di Pusat Penelitian Alzheimer Inggris Raya, Dr. Simon Ridley, ingin melihat hasil penelitian serupa terhadap sampel populasi lebih luas. Alasannya, penelitian sebelumnya menunjukkan kesehatan manusia pada usia paruh baya mempengaruhi risiko menderita demensia. Risiko semakin besar seiring dengan bertambahnya usia seseorang.

"Meski kami belum memiliki cara ampuh mencegah demensia, kita tahu bahwa perubahan gaya hidup sederhana dapat mengurangi risiko. Seperti makan makanan sehat, tidak merokok, dan menjaga tekanan darah dan kolesterol di level aman," kata Ridley secara terpisah.

Profesor Davies Lindsey, presiden Fakultas Kesehatan Masyarakat, mengatakan seseorang tidak perlu menunggu sampai tubuh dan pikiran mereka rusak sebelum mengambil tindakan pencegahan. "Kami perlu melihat betapa pentingnya pendekatan untuk kesehatan masyarakat," ujar dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar